oleh

Pemerintah Usul Pemilu 2024 Digelar 15 Mei, Bagaimana Simulasinya?

Iklan Demokrat

Jakarta, RNC – Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Nurul Amalia Salabi, mempertanyakan simulasi yang dilakukan pemerintah hingga mengusulkan agar pemilu 2024 diadakan pada 15 Mei 2024.

“Saya sendiri belum ketemu simulasi yang dilakukan pemerintah kenapa bisa keluar dengan 3 opsi, 24 April, 9 Mei, 15 Mei. Sekarang pilihan 15 Mei 2024 dari pemerintah,” kata Nurul dalam diskusi, Minggu (24/10/2021) dilansir Tempo.co.

Iklan Dimonium Air

Nurul menilai, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah memiliki perhitungan yang matang atas usulan agar hari pemungutan suara Pemilu 2024 diadakan 21 Februari 2024. Pasalnya, berkaca pada 2019, pelaksanaan pemilu serentak juga pilkada cukup rumit dan membebani penyelenggara.

Menurut Nurul, pemerintah beralasan mau fokus penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional di 2022. Sebab, jika pemilu digelar pada 21 Februari 2024, maka tahapan pemilu juga akan dimulai lebih cepat, yaitu pada 20 Februari 2022. Pemerintah, kata Nurul, menilai tahapan yang panjang akan membuat masyarakat terpolarisasi dan berkonflik terlalu lama, ditambah adanya hoaks.

Dia mengatakan, disinformasi memang menjadi salah satu bentuk gangguan terhadap pemilu. Namun, hal tersebut bisa diselesaikan jika ada protokol disinformasi yang cepat dan tepat. “Soal hoaks pemilu ada solusinya sendiri. Bukan minta KPU menyelenggarakan hari pemungutan suara yang berdekatan dengan jadwal pemungutan pilkada,” kata dia.

Jadwal pemungutan suara Pemilu 2024 hingga kini belum diputuskan. Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat bersama Menteri Dalam Negeri dan penyelenggara pemilu urung menemukan kesepakatan mengenai penentuan tanggal. KPU mengusulkan agar pemungutan suara Pemilu 2024 digelar 21 Februari, sedangkan pemerintah ingin diadakan pada 15 Mei 2024.

Beberapa fraksi menyatakan tak setuju dengan usulan pemerintah. Misalnya Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, dan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan. Mereka menilai jadwal pemilu tak seharusnya dimundurkan ke bulan Mei lantaran bakal berimpitan dengan tahapan Pilkada 2024.

Baca Juga:  Jelang Natal-Tahun Baru, Simak Aturan Baru untuk PNS

(*/tmp/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed