oleh

Gunung Api Ile Lewotolok di Lembata Keluarkan 11 Letusan, Kini Berstatus Siaga

Lewoleba, RNC – Gunung api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, kembali mengeluarkan letusan. Dalam pengamatan Rabu (23/2/2022), periode pukul 00:00-06:00 Wita, gunung api Ile Lewotolok (1423 mdpl) di Kabupaten Lembata, mengeluarkan 11 kali letusan.

Dilansir dari digtara.com, Stanislaus Ara Kian, A.Md dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG, Pos Pengamatan Gunungapi Ile Lewotolok mengemukakan saat ini cuaca mendung dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 22.9-23.3 °C dan kelembaban udara 66.7-69.7 %. Volume curah hujan 1.3 mm per hari.

Gunung kabut 0-I hingga kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati dan gemuruh lemah.

Ada 11 kali letusan, amplitudo : 23.6-39.8 mm, durasi : 30-87 detik. Hembusan sebanyak 21, amplitudo : 7-23 mm, durasi : 28-169 detik.

Jumlah tremor Non-Harmonik 5, amplitudo : 8-15 mm, durasi : 111-311 detik dan 1 Tremor harmonik, amplitudo 14 mm, Durasi 126 detik serta 1 tektonik lokal, amplitudo 43.5 mm, S-P : 7 detik, durasi : 48 detik serta dua tektonik jauh, amplitudo : 5.5-26.8 mm, S-P tidak terbaca, durasi : 150-214 detik.

Hingga saat ini Gunung Ile Lewotolok berada pada level III (siaga).

Dalam tingkat aktivitas level III (siaga), masyarakat di sekitar gunung Ile Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer dari puncak/kawah Gunung Ile Lewotolok.

Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah Gunung Ile Lewotolok.

Mengingat potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya maka masyarakat yang berada disekitar Gunung Ile Lewotolok agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

Baca Juga:  Pesan-Pesan Penting Pj Gubernur untuk Penjabat Bupati Flotim dan Lembata yang Baru

Mengingat abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling Gunung Ile Lewotolok, maka masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ile Lewotolok agar mewaspadai ancaman lahar terutama di saat musim hujan.

Seluruh masyarakat maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan status maupun rekomendasi Gunung Ile Lewotolok setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play.

Para pemangku kepentingan di sektor penerbangan dapat mengakses fitur VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation).

Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di Pulau Lembata, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi gunung Ile Lewotolok yang tidak jelas sumbernya.

Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

(*/dig/rnc)

 

Download Apps RakyatNTT.com sekarang di https://rakyatntt.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *