oleh

DPC Demokrat Kota Kupang Kumpulkan Bukti-bukti Kader Pembelot

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Kupang memberikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia karena menolak pengesahan pengurus hasil KLB Partai Demokrat di Deli Serdang.

DPC PD Kota Kupang tidak akan memberikan ruang politik bagi para kader yang mendukung Moeldoko dalam KLB abal-abal tersebut. “Demokrat cuma satu. Dan di masa Paskah ini kami boleh berbahagia dengan kejadian ini. Kami berharap ke depan Demokrat lebih maju, sukses dan selalu menyatu bersama rakyat Indonesia, khususnya rakyat Kota Kupang,” ungkap Ketua DPC PD Kota Kupang, Herry Kadja Dahi usai doa bersama di Kantor DPC PD Kota Kupang, Kamis (1/4/2021) lalu.

Iklan Dimonium Air

Herry menyampaikan, Partai Demokrat selama ini sangat menjujung tinggi demokrasi. Oleh karena itu, dengan keputusan Kemenkumham RI tersebut, maka demokrasi di Indonesia telah terselamatkan. Hal ini menjadi semangat untuk seluruh kader dan pengurus agar terus menyatukan partai yang dipimpin AHY dengan masyarakat, serta siap memperjuangkan aspirasi demi kepentingan warga.

BACA JUGA: Kader Pembelot Dipastikan Tak Punya Ruang Politik di Demokrat

Ia juga menyatakan, saat ini DPC Demokrat Kota Kupang sedang mengumpulkan berbagai bukti adanya kader DPC Kota Kupang yang terlibat dan mendukung KLB di Deli Serdang beberapa waktu lalu. Secara tegas Herry menyatakan tidak akan memberikan ruang politik bagi para kader yang membelot, sebab Demokrat tak pernah mengajarkan kadernya untuk mengkhianati partai.

“Setelah ini Demokrat akan berbenah, terutama dari pusat hingga Kota Kupang. Sedang kami mengumpulkan bukti-bukti, apabila terdapat kader yang tidak jelas pendiriannya, apalagi terlibat aktif dalam kelompok KLB abal-abal di Deli Serdang, kami akan binasakan jejaknya dari kepengurusan rumah tangga partai,” ungkapnya.

(rnc04)

  • 12
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed