oleh

475 KK Harus Direlokasi, Pemkot Kupang Siapkan Lahan di Manulai II

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Pemerintah Kota Kupang menyiapkan lahan seluas 5 hektar untuk merelokasi warga yang rumahnya rusak berat dan tidak bisa lagi dihuni. Hal ini disampaikan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat bersama Wali Kota Jefri Riwu Kore mengunjungi sejumlah warga terdampak bencana di Kota Kupang, Senin (12/4/2021).

Titik pertama yang dikunjungi rombongan Gubernur dan Wali Kota adalah posko pengungsian korban longsor di RT 03/RW 01, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo. Di lokasi tersebut Gubernur menemui kurang lebih 167 jiwa dari 34 kepala keluarga yang terdampak bencana badai seroja. Sebagian besar rumah dalam kondisi rusak berat dan tidak dapat ditinggali. Kondisi yang hampir sama juga disaksikan Gubernur dan Wali Kota di Kampung Amanuban, Kelurahan Oebufu.

Iklan Dimonium Air

Kepada para korban yang ditemuinya di tenda pengungsian, Gubernur menyampaikan Pemerintah akan segera menyalurkan bantuan material seperti seng, paku dan kayu untuk perbaikan rumah yang masuk kategori rusak ringan dan sedang.

Untuk mencegah penyebaran covid 19 yang masih mengancam, Gubernur menyarankan sebaiknya warga tidak dikumpulkan terpusat di kamp pengungsian, tetapi disebar ke rumah-rumah warga yang bersedia menampung mereka. Menurutnya, BNPB menyiapkan anggaran sewa rumah kurang lebih Rp 500 ribu per bulan sambil menunggu relokasi.

Gubernur mengapresiasi Dinas Kesehatan Kota Kupang yang sejak awal pascabencana telah melakukan rapid antigen para pengungsi di kamp-kamp pengungsian. Menurutnya, jika perlu rapid antigen dilanjutkan dengan tes PCR kepada semua korban yang ada di lokasi pengungsian untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

BACA JUGA: Pemkot Kupang Siapkan Lahan untuk Relokasi Korban Longsor

Untuk warga yang rumahnya rusak berat dan tidak dapat digunakan lagi, Gubernur minta kesediaan warga untuk direlokasi di lahan yang sedang disiapkan Pemkot. Gubernur katakan Pemerintah Kota Kupang menyiapkan lokasi kurang lebih 5 hektar untuk relokasi para korban. Rumah warga tersebut akan dibangun dengan dana bantuan dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Juga:  Wali Kota Kupang Apresiasi Program 100 Hari Kapolri

Tentang tanah untuk relokasi, Gubernur minta agar Pemkot segera membereskan urusan tersebut. Menanggapi permintaan tersebut, Wali Kota memastikan akan membereskan secepatnya. Wali Kota juga mengatakan pihaknya siap berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait pengurusan kepastian kepemilikan tanah.

Malam sebelumnya Wali Kota telah melakukan pertemuan dengan para camat dan lurah dan menginstruksikan untuk segera menginventarisir tanah milik Pemkot yang masih kosong dan bisa dimanfaatkan. Lokasi yang potensial sebagai lahan relokasi, menurutnya, ada di Kelurahan Manulai 2. Pemerintah Kota Kupang akan segera membereskan urusan administrasi terkait tanah tersebut untuk segera dilaporkan kepada pemerintah pusat. Saat ini, menurut Wali Kota dari data yang telah dihimpun petugas di lapangan tercatat kurang lebih 475 warga terdampak badai seroja yang harus direlokasi.

Selain di Kelurahan Oebufu, Gubernur dan Wali Kota bersama rombongan juga menyambangi beberapa lokasi pengungsian lainnya seperti Gereja GMIT Kaisarea BTN di Kelurahan Kolhua, SD Inpres Labat, Kelurahan Bakunase II serta lokasi pengungsian di Gereja GMIT Eden Kisbaki, Kelurahan Manutapen. Rombongan juga berkesempatan meninjau langsung lokasi bencana di RT 09/RW 03, Kelurahan Manutapen, yang sebagian besar rumah warganya rusak berat akibat tertindih pohon yang tumbang. (*/pkp/rnc)

  • 19
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed