Kupang, RNC - Sekira 800-an Sangtorayan yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Toraja (KKT) di Kupang dan sekitarnya, menghadiri Perayaan Natal KKT yang dihelat di Auditorium Undana, Jumat (30/12/2026). Sukacita Natal benar - benar terlihat di wajah warga Toraja. Tua - muda hingga anak - anak, larut dalam semarak Natal yang mengusung Sub Tema : “Mempererat Rasa Persaudaraan Sangtorayan Dalam Bingkai Kerukunan”. Kolaborasi dari berbagai denominasi gereja dalam mengisi acara, menambah hikmatnya Perayaan Natal KKT tersebut.
Ketua Panitia Natal KKT 2022, Lismanuel Allo Linggi, dalam laporannya menyampaikan rasa terima kasihnya atas berbagai partisipasi dari anggota KKT Kupang, dalam menyukseskan terselenggaranya Perayaan Natal KKT Kupang. “Sebagai ketua panitia Natal KKT, saya menyampaikan limpah terima kepada semua anggota KKT, bapak/ibu, kakak dan adik, atas bantuan serta sumbangsihnya, sehingga Perayaan Natal KKT 2022 bisa terlaksana dengan baik. Bila ada kekurangan, kami mohon dimaafkan. Dan, semoga damai Natal membawa sukacita dalam keluarga kita masing - masing. Selamat Natal dan selamat menyongsong tahun baru,” ujar Pong Audry, sapaan karib Lismanuel.
Sementara Ketua KKT Kupang dan sekitarnya, Daud Pulo Mangesa, dalam sambutannya menandaskan, kehadiran orang Toraja 60-an tahun lalu di Kupang, memiliki peran dalam berbagai bidang. “Ada yang menjadi guru dan dosen, dokter dan perawat, pendeta, pastor, ASN di provinsi hingga di kabupaten/kota, TNI/Polri, wirausahawan, bahkan sebagai wartawan,” tandas dosen Undana itu.
Kepada RakyatNTT.com, pria yang akrab disapa Pong Tini itu, lalu menegaskan beberapa hal. “Sebagai pengurus baru, kepada kita semua warga KKT, baik di Kota Kupang dan NTT secara umum, mari menjaga keutuhan kerukunan ini yang sudah digagas dan dibentuk oleh para pendahulu kita. Ada yang telah telah mendahului kita, tapi beberapa di antara mereka masih ada dan merupakan saksi hidup hingga detik ini. Seperti Oma Matte, Oma Ugud, Oma Ludji, Opa Roreng, Opa Patasik dan mungkin masih ada yang belum sempat kami temui. Mari kita wariskan dan jaga keutuhan kerukunan ini dalam bingkai KKT, sebagaimana makna dari pengalungan salempang dari penasehat kepada pengurus baru,” imbuh Pong Tini.
Dia juga meminta, agar anggota KKT dapat mewujudkan sinergi dan berkontribusi dalam pembangunan di NTT “Jangan takut dan malu jika kita diberi peran dan anggung jawab dalam berbagai bidang. Mari tunjukkan, bahwa kita orang Toraja siap dan mampu jika diberi kesempatan. Tinggalkan longko toraya,” pintanya. Di akhir sambutannya, Pong Tini tak lupa menyampaikan ungkapan terima kasihnya. “Kepada pihak Undana, Kesbangpol Kota, Ketua KKSS NTT, ketua - ketua arisan, Paduan Suara PUKAT dan Sanginaa Gereja Toraja, Sanggar Pa’gellu KKT, serta solo Marselo Mangesa’ kurre - kurre sumanga’na langan Puang Matua dao inan kapayunganna tu Puang liu mamase sia liu kaborok lako kita to titale kambun dao te kulik na padang, kikua denno upa’ anta tontong masak kemairi’ marudinding anta tontongma’ uyun - uyun sikala’ lima la mpakasallei sia umpa lobo’ Ite Kombonganta tudi sanga Kerukunan Keluarga Toraja. Indemokomi tama’ kada kumua : Misa’ Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate. Inilah falsafah yang akan selalu menjiwai orang - orang Toraja dimana saja berada. Puang umpassakke ki’ solanasang. Salama’ umpakaraya allo kadadianna Puang Yesus sia, salama’ untammui tahun ba’ru 2023. Kurre sumanga’ pungkas Pong Tini. (robert kadang)















