oleh

LAPAN: Observatorium Rp 340 Miliar di NTT, Terbesar di Asia Tenggara

Jakarta, RNC – Indonesia saat ini sedang membangun observatorium nasional di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang nilai proyeknya mencapai Rp 340 miliar. LAPAN menjelaskan observatorium ini akan menjadi pusat sains dan edukasi publik.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa observatorium itu dibangun sejak tahun 2017. Observatorium itu akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

“Untuk diketahui, sejak 2017 LAPAN bersama ITB dan UNDANA serta Pemprov NTT dan Pemkab Kupang membangun Observatorium Nasional di Gunung Timau, Kabupaten Kupang,” kata Thomas kepada detikcom, Selasa (27/10/2020).

“Fasilitas utamanya adalah teleskop 3,8 meter, terbesar di Asia Tenggara. Semula ditargetkan selesai 2020, namun tertunda jadi 2021 karena beberapa kendala, antara lain akses jalan dan pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Dia menegaskan bahwa fasilitas ini dibangun untuk edukasi publik, bukan hanya untuk mencari kehidupan di luar bumi. Tujuannya ialah untuk observasi astronomi.

“Selain itu dibangun juga Pusat Sains di Tilong, Kupang, sebagai pusat edukasi publik. Tujuan utama sebagai pusat observasi astronomi dan pemberdayaan kawasan timur Indonesia. Observasi astronomi mencakup objek-objek tata surya (seperti planet, komet, dan asteroid), fisika bintang dan galaksi, struktur besar alam semesta, sampai planet-planet di luar tata surya,” ungkapnya.

BACA JUGA: Observatorium di Gunung Timau Bakal jadi yang Terbesar di ASEAN

Terkait anggaran Rp 340 miliar, dia menjelaskan itu anggaran multiyears. “Anggaran Rp 340 miliar adalah anggaran multiyears pembangunan observatorium nasional di Gunung Timau Kupang dengan teleskop berdiameter 3,8 meter (terbesar di Asia Tenggara) serta fasilitas Pusat Sains di Tilong, Kupang, untuk edukasi publik. Pusat Sains dilengkapi dengan teleskop berdiameter 50 cm,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, LAPAN telah membangun fasilitas Observatorium Nasional di Timau, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan anggaran senilai Rp 340 miliar. Salah satu tujuan fasilitas ini adalah mencari kehidupan di luar bumi.

“Lapan telah membangun fasilitas Observatorium Nasional Timau di NTT, bersama dengan ITB, Undana, dan Pemda setempat. Mulai tahun ini, kami telah mengoperasikan teleskop 50 cm di Kupang, salah satunya untuk pengamatan komet dan asteroid,” kata Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN Rhorom Priyatikanto kepada wartawan, Selasa (27/10).

Selain itu, LAPAN merencanakan program pengamatan transient project mulai tahun ini. Arah program ini juga untuk mencari tahu soal teka-teki kehidupan di luar bumi.

“LAPAN akan merencanakan program pengamatan transient objects mulai tahun 2020. Eksoplanet dan supernova adalah contoh objek transien. Dengan kata lain, kami akan mulai mencari dan mempelajari eksoplanet dengan lebih sistematis. Salah satu arahnya memang menjawab apakah ada kehidupan di luar sana,” ujarnya. (*/dtc/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed