oleh

Misi Ama Riko untuk Sarai, dari Bangun Kampus hingga Bentuk Sarai Bank

Kupang, RNC – Dr. Orient Patriot Riwu Kore, MA.,MBA.,Th.M.,Ph.D.,DBA adalah salah satu kandidat calon Bupati Sabu Raijua Periode 2020-2025. Ia sudah menyatakan siap bertarung di pilkada 2020 yang akan dihelat 23 September 2020 nanti.

Ama Riko-demikian ia biasa disapa oleh warga Sabu Raijua, punya visi-misi mulia untuk masyarakat Sabu Raijua. Oleh karena itu, ia pun sangat serius mengikuti pesta demokrasi 2020. Sebagai bukti keseriusan tersebut, ia telah mendaftar di dua partai politik, yakni PDIP dan Gerindra. “Saya baru daftar di PDIP dengan Gerindra. Nanti kalau Nasdem, Hanura, Demokrat dan partai lain yang buka saya daftar juga,” ujar Ama Riko via telepon saat berbincang dengan RakyatNTT, Kamis (3/10/2019).

Ia mengatakan saat ini fokusnya adalah mencari dukungan partai politik. Ia juga belum bisa menentukan siapa wakil yang akan mendampinginya. Sebab, semua tergantung keputusan parpol yang akan mengusungnya nanti. “Biasanya partai akan survei. Jadi kita menunggu survei. Mungkin akhir November atau awal Desember baru bisa tahu,” kata pria kelahiran Nunbaun Sabu 7 Oktober 1965 ini.

Lebih lanjut ia menjelaskan alasan kenapa dirinya harus meninggalkan Amerika dan kembali ke Sabu. Alasan pertama adalah permintaan orangtuanya untuk membangun masyarakat Sabu Raijua. Ia pun sudah berjanji kepada orangtuanya untuk tidak melupakan tanah leluhur, yakni Sabu Raijua.

Selain itu, ia melihat Sabu Raijua masih jauh tertinggal. Masyarakatnya masih hidup dalam keterbatasan. Selama 74 tahun Indonesia merdeka, namun masih banyak yang belum merdeka dari kemiskinan dan kebodohan. Hal ini yang mengusik sanubarinya untuk meninggalkan segala kenyamanan demi membangun masyarakat Sabu Raijua. “Listrik masih sulit, jalan masih beraspal, masyarakat masih hidup susah. Ini masih jauh dari harapan,” jelas alumni SMPN 1 Kupang ini.

Hal lain yang akan menjadi fokus pemerintahannya jika dipercaya memimpin Sabu Raijua, yakni pemberantasan KKN. Menurutnya, korupsi di Sabu Raijua sudah menjadi persoalan serius. Hal ini membuat pembangunan tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu, ini menjadi misi utama untuk dikerjakan ketika memimpin.

Persoalan lain adalah kelangkaan BBM, angka buta huruf yang masih tinggi, masalah pertanian, perumahan tidak layak huni hingga masalah pendidikan dan kesehatan. “Dengan pengalaman saya selama ini dan pendidikan yang saya miliki maka saya harus mengabdikan diri untuk membangun Sabu Raijua terutama memperbaiki hidup generasi Sabu Raijua yang akan datang,” kata alumnus SMEA Negeri Kupang ini.

Lebih lanjut, Ama Riko menjelaskan, konsep besar yang dibawanya ke Sabu Raijua yang terangkum dalam desain program kerjanya adalah IE RAI. Ini merupakan akronim dari infrastructure, education, religion, administration and industry. Ini merupakan lima sektor utama yang menjadi perhatiannya dalam membangun Sabu Raijua. “Lima bidang ini yang akan saya benahi kalau dipercaya memimpin Sabu Raijua,” ujar alumni Administrasi Niaga Universitas Nusa Cendana ini.

Di sektor infrastruktur misalnya, ia sudah membuat planning sampai rencana dan cara eksekusi program. Yang menjadi perhatiannya adalah infrastruktur jalan, jembatan, listrik tenaga matahari, perumahan, irigasi dan sebagainya. Untuk listrik akan berfokus pada tenaga matahari.

Selain itu, sektor lainnya adalah pertanian dan kesehatan serta pendidikan. Sektor ekonomi yang menjadi fokus adalah lembaga keuangan. Yang dikembangkan adalah memperkuat koperasi dan perbankan. “Kita bentuk bank sendiri namanya Sarai Bank. Juga perkuat koperasi produktif sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat,” kata alumnus University of Southern California (USC) 1999 ini.

Hal lain yang tidak dilupakan adalah teknologi. Mantan karyawan Garuda Indonesia ini menjelaskan mengatakan Sabu Raijua saat ini masih terisolasi. Jaringan internet masih buruk. Oleh karena itu, ini menjadi salah satu perhatiannya dalam membangun Sabu Raijua. “Harus perkuat jaringan internet untuk menunjang pembangunan,” katanya.

Teknologi lain yang akan dipakai adalah mengubah uap panas menjadi air bersih. Dengan demikian tidak perlu dibuat sumur bor. Teknologi ini sudah dipakai di beberapa negara dan sangat cocok untuk Sabu Raijua yang sangat panas dan kering. “Kita kerja sama dengan mereka yang sudah terapkan,” kata pendiri Orient Christian Center (OCC) ini.

Misi lainnya adalah membangun perguruan tinggi berkelas internasional di Sabu Raijua. Perguruan tinggi ini fokus pada kesehatan, bisnis dan hukum. “Kita kerja sama dengan universitas dari Amerika,” kata mantan manajer keuangan Los Angeles Telecommunication ini.

Menurutnya, ia akan menggunakan filosofi kapal induk Amerika dalam membangun Sabu Raijua. Artinya semua sektor pembangunan harus teritegrasi. Semua sektor harus saling mendukung. Soal pendanaan, menurutnya, tidak semua menggunakan APBD dan APBN. Akan lebih banyak menggunakan anggaran kerja sama dengan luar negeri. “Soal industri, sudah ada planing ada 10 industri yang dibangun. Ini yang akan meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan daerah,” kata suami dari Trini Martinez ini. (rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar