oleh

NTT Butuh Design Pembangunan Ekonomi

Iklan Demokrat

 

Kupang, RNC– Pemprov NTT resmi melaksanakan Pemenuhan Modal Inti BPD sesuai POJK Nomor:12/POJK.03/2020, tentang Konsolidasi Bank Umum serta Pengukuhan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah Kabupaten/Kota se-NTT. Pengukuhan itu berlangsung di aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat (19/11/2021).

Iklan Dimonium Air

Hadir dalam acara itu, Gubernur Victor Bungtilu Laiskodat, Direktur Utama Bank NTT, Herry Alexander Riwu Kaho, Direktur Oprasional Asbanda, Kordinator Pengawas Perbankan Wilayah Timur yang juga Analis Eksekutif Senior OJK, Roberto Akyuwen, dan Direktur BUMD, BLUD dan Barang Milik Daerah Kementrian Dalam Negeri, Budi Santosa. Hadir pula para pemilik saham Bank NTT, yakni walikota dan bupati se-NTT.

Dalam sambutannya, Victor Laiskodat mengatakan, pengukuhan ini bukan sekedar formalitas, namun perlu bukti kerja sebagai tindak lanjut dari komitmen yang dibangun. Yaitu, NTT harus bangkit dan menjadi provinsi maju dalam sektor perekonomian, terutama pada bidang pertanian.

Gubernur menambahkan, design pembangunan ekonomi di NTT sangat perlu. Yaitu melalui perusahaan swasta, perbankan, BUMD, pemerintah serta pengawas perbankan. Karena itu, lanjut gubernur, perlu ada kolaborasi yang baik dalam menjawab pembangunan industri pertanian.

Victor Laiskodat berharap, tim percepatan yang baru dilantik ini, bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Pasalnya, dipastikan pada Desember nanti, Pemprov NTT akan menyiapkan salah satu platfrom untuk menunjukan design pembangunan di NTT, serta titik tujuannya.

“Kalau sudah buka platfrom, kita bisa tahu desain perencanaan baik eksekusi program, kerja sama dengan siapa, dan itu startup-nya bisa kita lihat dengan baik,” jelasnya.

Salah satu potensi yang diinginkan Pemprov agar bisa dikembangkan, yakni pakan ternak babi. Hal tersebut penting, sebab peternakan babi di NTT cukup tinggi. Bahkan, untuk pemasarannya secara domestik dan luar daerah, juga menjanjikan. “Sehingga ke depan nanti kita bisa miliki pabrik pakan ternak di NTT,” kata gubernur.

Menurutnya, seluruh unsur penggerak ekonomi harus berkolaborasi. Khusus birokrasi, wajib menujukkan kerja sama, sehingga komitmen pembangunan di NTT bisa berjalan baik. “Ada 10 kabupaten di NTT yang akan jadi penunjang lahan 60.000 ha, untuk dijadikan lokasi komoditi jagung,” sebut gubernur.

Selain itu, lanjut gubernur, ancaman kemiskinan ekstrim juga harus ditanggulangi secara dini, sehingga gebrakan melalui perbankan, harus ditunjukkan melalui pemberdayaan yang tidak hanya bersumber dari APBD.

“Yang kita lakukan ini adalah dalam rangka penanggulangan kemiskinan ekstrim, yang diharapkan tahun 2024 menjadi 0 %. Bagi NTT, kalau ini dijalankan dengan baik, maka dari 20 % itu akan turun. Itu sebuah lompatan dari Nusa Tenggara Timur,” pungkas gubernur. (rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed