oleh

ODGJ dan Penyandang Disabilitas di Sikka Terima Vaksinasi Covid-19

Iklan Demokrat

Maumere, RNC - Puluhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan penyandang disabilitas di Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19 dosis pertama, pada Selasa (9/11/2026). Bertempat di Puskesmas Kewapante, mereka terlihat begitu antosias untuk mendapatkan vaksinasi jenis Sinovac itu.

“Saat ini yang sudah mendapatkan vaksin baru sekitar belasan orang dan kami masih menunggu yang lainnya. Ada yang sementara dijemput, jadi kami menunggu sampai mereka datang,” tutur Kepala Puskesmas Kewapante, Theresia Angelina Bala kepada RakyatNTT.com.

Iklan Dimonium Air

Menurut Theresia, dari hasil pendataan pihaknya, terdapat 82 ODGJ dan 45 penyandang disabilitas yang berada di wilayah Puskesmas Kewapante. Untuk ODGJ, beberapa hari lalu ada 5 orang yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 sehingga masih tersisa sebanyak 77 orang lainnya.

“Targetnya mereka semua harus divaksin. Kalau mereka belum datang hari ini, kita akan agendakan dan berusaha turun langsung ke tempat mereka masing-masing bersama dokter untuk menjemput mereka. Jadi bagi mereka yang sudah kooperatif dan sudah dikomunikasikan dengan baik, maka bisa diajak untuk datang vaksin hari ini” terangnya.

Terkait ODGJ, Theresia menjelaskan bahwa sesuai dengan diagnosa dokter, untuk saat ini pihaknya hanya menangani pasien ODGJ yang mempunyai klasifikasi sedang sampai ringan saja, sedangkan yang memiliki klasifikasi berat belum ada. Sementara pasien yang dipasung pun tak ada.

Akan tetapi, terdapat 6 ODGJ yang tinggal di dalam Rumah Aman, dimana rumah itu merupakan bantuan dari Biara Camilian sejak tahun 2019 lalu. Rumah Aman ini dibuat hanya untuk membatasi gerakan mereka (ODGJ) agar tidak mencederai atau melukai orang lain. Namun kalau sudah pada waktunya, mereka akan keluar dari Rumah Aman dan boleh beraktifitas seperti biasanya

“Mereka semua tetap dalam pengawasan karena memang ada yang masih beraktifitas dan masih dalam pengobatan, jadi pengawasan kami itu melalui Sahabat Sehat. Ada 76 orang Sahabat Sehat di Puskesmas Kewapante yang terdiri dari nakes maupun non nakes. Jadi untuk hari ini, mereka yang punya sahabat ODGJ yang berperan,” ujarnya.

Dikatakan Theresia, Sahabat Sehat akan selalu mengunjungi untuk memberikan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada pasien ODGJ tersebut, termasuk menjelaskan tentang pentingnya vaksinasi Covid-19. Sahabat Sehat sangat berperan all out (24 jam) sehingga kapan saja dibutuhkan pasti mereka akan datang, bahkan bukan cuma masalah kesehatan saja tetapi juga masalah lainnya.

“Tadi pagi ada teman-teman Sahabat Sehat yang bahkan ikut ke rumah mereka (ODGJ) untuk mengingatkan kembali sehingga bisa datang vaksin. Kemudian teman-teman antar kesini, mendampingi hingga selesai, mengantar mereka pulang, dan ada juga yang belikan mereka makan,” katanya.

ODGJ itu, lanjut Theresia, memiliki rasa percaya yang berbeda terhadap orang lain. Namun kalau ada orang yang setiap hari datang dan melihat mereka, itulah yang mereka percayai.

“Jadi saya yakin teman-teman saya itu perannya disitu sehingga kalau mereka ada disamping ODGJ, pasti ODGJ itu merasa aman dan mau disuntik vaksin. Selama ini juga teman-teman saya selalu kunjungi, berkomunikasi dan antarkan obat buat ODGJ sehingga terbinanya tali persaudaraan dan kepercayaan (trust) dengan Sahabat Sehat. Tapi kalau menggantikan dengan orang lain, belum tentu ODGJ mau dan kooperatif seperti ini,” jelasnya.

Usai menjadi orang pertama yang menerima vaksinasi Covid-19, salah satu ODGJ, Katarina Kemuhun mengaku senang karena dirinya sudah divaksin.

“Saya selama ini dinas di Pasar Wairkoja. Kalau belum divaksin maka saya dilarang masuk pasar tapi kalau sudah divaksin berarti saya bisa pergi ke pasar,” ungkapnya, sambil menunjukan Kartu Vaksinasi Covid-19.

Berdasarkan pantauan RakyatNTT.com, para ODGJ dan penyandang disabilitas itu datang ke Puskemas Kewapante dan didampingi oleh pihak keluarga maupun Sahabat Sehat. Mereka kemudian mengantre untuk mendapatkan observasi dari dokter sebelum divaksin. Selanjutnya, mereka juga akan kembali menerima vaksinasi Covid-19 dosis kedua pada tanggal 7 Desember 2021 mendatang. (rnc24)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed