oleh

Suster Eustochia, SSpS, Aktivis dan Pejuang Kemanusiaan Itu, Kini Telah Tiada

Iklan Demokrat

Maumere, RNC - Aktivis dan Pejuang Kemanusiaan untuk hak-hak perempuan dan anak, kini telah berpulang ke pangkuan Sang Khalik, pada Senin (8/11/2026) dini hari. Adalah Suster Eustochia, SSpS, Koordinator Tim Relawan Untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F), yang kepergiannya telah mengejutkan banyak pihak.

Ketua Divisi Advokasi dan Pendampingan Hukum TRUK-F, Suster Fransiska Immaculata, SSpS, ketika dihubungi RakyatNTT.com menuturkan bahwa, pemimpin mereka itu meninggal di RS Santo Gabriel Kewapante pada Senin dini hari.

Iklan Dimonium Air

“Suster Eustochia meninggal di RS Santo Gabriel Kewapante pada Senin dini hari, sekitar pukul 02.15 WITA. Jenazahnya masih disemayamkan di RS Santo Gabriel dan siap dibawah ke Biara SSpS di Maumere, siang hari nantinya,” katanya, pada Senin (8/11/2026).

Kepergian salah satu biarawati Kongregasi SSpS ini meninggalkan duka mendalam bagi TRUK-F, Kongregasi SSpS, para pejuang keadilan dan hak-hak perempuan dan anak serta seluruh elemen masyarakat, yang telah merasakan sentuhan pelayanannya.

Apalagi dalam beberapa waktu terakhir tepatnya, pada Selasa dan Rabu (2-3/11/2021) pekan lalu, Suster Eustochia memimpin aksi kemanusiaan di Kabupaten Sikka, Provinsi NTT. Bersama para pegiat kemanusiaan lainnya dan selama dua hari berturut-turut, mereka kemudian mendatangi Mapolres Sikka, Kejari Sikka, DPRD Sikka dan Bupati Sikka untuk menyuarakan keadilan dan hak-hak hukum bagi 17 anak perempuan di bawah umur yang diduga menjadi korban eksploitasi pada 4 pub di Kota Maumere, serta belum tuntas penanganannya oleh Aparat Penegak Hukum (APH).

Pada hari terakhir aksi itu, Rabu (3/11/2026), Suster Eustochia mendapatkan surat dari Polda NTT. Isi surat itu antara lain menginformasikan mengenai pengenaan pasal yang menjerat pelaku yakni Undang-Undang Tindak Pidana Perdagangan Orang (UU TPPO), serta adanya keseriusan APH untuk menuntaskan kasus yang sedang diperjuangkan Suster Eustochia bersama para pegiat kemanusiaan tersebut.

Selama menjadi salah seorang perintis dan mengabdikan dirinya pada Lembaga Kemanusiaan TRUK-F yang dibuka sejak tahun 1997/1998, Suster Eustochia telah membantu dan memperjuangkan 2.410 para korban kekerasan, dimana 615 diantaranya merupakan korban seksual hingga akhir tahun 2019 lalu.

Dalam beberapa tahun terakhir ini juga, Suster Eustochia bersama crew TRUK-F gencar melakukan upaya pencegahan kasus kekerasan terhadap perempuan dengan melakukan kampanye visual Videotron dan meminta DPR RI untuk segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

“Mari berkomitmen bersama, ‘Stop terhadap kekerasan perempuan dan anak, Stop tindak pidana perdagangan orang’. Kami minta agar DPR RI segera mengesahkan untuk menjamin keadilan, kepastian hukum, pemulihan bagi perempuan dan anak korban kekerasan,” ungkap Suster Eustochia, dalam sambutan saat acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung TRUK Maumere, pada Selasa, 15 Desember 2020 lalu.

Suster Eustochia berkali-kali menggarisbawahi komitmennya untuk selalu hadir dan berjuang bagi perempuan dan anak, yang menjadi korban kekerasan dan ketidakadilan. Dia juga memberikan kesaksian bagaimana komitmennya sejak lembaga yang dipimpinnya itu, dibentuk pada tahun 1997/1998 hingga saat ini untuk selalu melayani para korban kekerasan, baik kekerasan seksual maupun kekerasan lainnya terhadap perempuan dan anak, agar para korban mendapatkan keadilan hukum dan kepastian hukum.

“Saya akan mati, tapi karya yang sudah dimulai oleh SSpS dan SVD ini tidak boleh mati,” katanya waktu itu.

Suster Eustochia lahir di Nggela, Kabupaten Ende, pada tanggal 26 Desember 1941. Dia menjalani pendidikannya di SDK Nggela tahun 1951-1957, SMP di Lela tahun 1957-1961, SMA di Maumere tahun 1964-1966. Selanjutnya Studi Psikologi di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta tahun 1975-1978. Kaul pertama di Kongregasi SSpS tahun 1964 dan Kaul Kekal pada tahun 1971.

Selama hidupnya, Suster Eustochia pernah menjalani beberapa profesi diantaranya sebagai Guru di beberapa sekolah di Maumere. Ia pernah menjadi guru di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Bhaktyarsa Maumere dan pernah menjadi Kepala Sekolah lembaga pendidikan calon guru itu, pada tahun 1980 hingga 1988.

Dirinya juga Pemimpin Postulan dan Novis SSpS di Hokeng, Kabupaten Flores Timur tahun 1988-199, Pemimpin Komunitas Kongregasi SSpS Kewapante tahun 1996-2002. Sementara sejak tahun 1997 hingga akhir hayatnya, beliau menjadi Koordinator Divisi Perempuan TRUK-F.

Selain menjadi Koordinator TRUK-F, Suster Eustochia juga tampil sebagai narasumber di berbagai kegiatan kemanusiaan baik lokal, nasional maupun internasional di bidang persamaan HAM, gender, keadilan dan perdamaian, serta perjuangan hak-hak perempuan dan anak. (rnc24)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed