oleh

Sidang Kasus Aset Negara Masuk Tahap Pemeriksaan Setempat di Labuan Bajo

Iklan Covid Walikota Kupang

Labuan Bajo, RNC – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Kupang Klas lA menggelar kegiatan Pemeriksaan Setempat (PS) Tanah di Kerangan, Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), Jumat (9/4/2021).

Herry C. Franklin, salah satu JPU dalam masalah tersebut mengatakan kegiatan ini adalah kegiatan Pemeriksaan Setempat (PS). Kegiatan ini, kata Herry, merupakan rangkaian dari proses persidangan di Pengadilan Tipikor Kupang untuk mengecek lokasi tanah seluas 30 Ha, yang dulunya diberikan oleh fungsionaris adat kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai, yang sekarang sudah beralih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

Iklan Dimonium Air

“Tadi teman-teman juga ada beberapa yang ikut ke dalam dan sudah menyaksikan langsung kegiatan pemeriksaan setempat ini. Jadi, silahkan saja teman-teman menilai karena di dalam proses pemeriksaan setempat ini tidak terlalu banyak yang kita gali. Nanti yang kita gali untuk pembuktian itu adalah di persidangan di Pengadilan Tipikor,” ungkap Herry kepada wartawan di Labuan Bajo usai PS.

“Jadi itu saja yang bisa saya sampaikan. Teman-teman juga sudah lihat sendiri tadi ada stagmen dan pertanyaan-pertanyaan yang dikeluarkan oleh Jaksa, mau dari lawyer atau penasehat hukum dari para terdakwa,” lanjutnya.

Herry mengatakan, belum ada kesimpulan yang dapat dalam kegiatan tersebut. “Kita belum bisa pada tataran memberi kesimpulan. Ini masih pembuktian, di persidangan masih berjalan. Jadi semua kesimpulan itu ada di persidangan bukan di sini. Ini adalah rangkaian kecil saja, satu tahapan kecil saja untuk pembuktian dalam persidangan yang dibutuhkan majelis, jaksa, penasehat hukum,” pungkasnya.

BACA JUGA: Saksi Sebut Tanah Labuan Bajo Baru Penyerahan secara Adat

Untuk lokasi Pemeriksaan Setempat, kata Herry, batas-batas diambil secara keseluruhan. “Terkait batas-batas kita tidak secara keseluruhan mengambil semua, hanya sampel saja, dan itu akan dipertimbangkan dalam surat tuntutan JPU, putusan, maupun pembelaannya para terdakwa melalui penasehat hukum masing-masing,” lanjutnya.

Terkait materi soal kesamaan peta dan lokasi, kata dia, pihaknya akan buktikan di persidangan bukan di pemeriksaan setempat. “Itu nanti di dalam pembuktian, bukan dalam tahapan ini. Itu peta hanya sebagian kecil saja dan peta itu akan kita buktikan juga nanti dipersidangan sesuai dengan hasil pemeriksaan setempat,” tambahnya.

Sementara itu, Wari Juniati, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kupang sekaligus Ketua Majelis Sidang untuk 9 terdakwa mengatakan pihaknya turun ke lokasi yang sesuai dakwaan penuntut umum.

“Kita ke lokasi yang sesuai dakwaan penuntut umum. Saksi-saksi yang ditunjukkan oleh penuntut umum, Pak Niko Rihi, dan dari pensiunan BPN yang dulu pernah mengukur tanah sesuai dengan dakwaan penuntut umum,” ungkap Wari.

Untuk hasil dari kegiatan itu sendiri, kata Wiri, nanti akan dilakukan saat persidangan. “Hasilnya nanti kita tarik kesimpulan majelis hakim, karena ini kita 2 majelis, tundaannya beda-beda, kalau hari Senin besok, majelis satunya hari Jumat untuk melanjutkan persidangan,” tutupnya.

Kegiatan itu diikuti oleh Majelis Hakim, JPU, penasehat hukum dari sejumlah terdakwa, TNI serta Polri. (rnc19)

  • 1
    Share

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed