oleh

Pemkab Rote Ndao Upayakan Rumah Layak Huni bagi Nenek Viktoria

Iklan Demokrat

Ba’a, RNC – Nenek Viktoria Lelama yang tinggal sendirian di gubuk reot di RT 04 RW 02 Dusun Karfao Desa Bolatena Kecamatan Landu Leko akhirnya mendapat bantuan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Selasa (18/5/2021), Kepala Dinas Sosial Kabupaten Rote Ndao, Fery Haning didampingi Kabid Fakir Miskin, Yeri E. Haning dan Camat Landu Leko, Jostaf Faah menyambangi kediaman perempuan berusia 68 tahun itu. Mereka datang dengan membawa serta bantuan dari Bupati berupa sembako dan terpal bagi wanita renta yang akrab disapa Nenek Toi.

Kadis Sosial Rote Ndao, Fery Haning mengatan, Pemkab Rote Ndao baru mengetahui kondisi Nenek Viktoria dari pemberitaan yang viral.

Iklan Dimonium Air

“Sebenarnya mama bupati mau datang saat saya lapor tadi pagi. Tapi mama bupati suruh bel pak camat dan kepala desa untuk dampingi kami di lokasi” ujar Ferry.

Ia menyebutkan, dalam undang-undang, fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Dengan demikian, Nenek Viktoria yang hidup seorang diri mestinya dibawa ke rumah jompo milik pemerintah. Persoalannya, sampai saat ini Pemkab Rote Ndao belum memiliki selter rumah singgah atau rumah aman bagi para jompo (rumah jompo).

“Ketika berita viral, kami langsung koordinasi dengan wartawan dan datang untuk melihat nenek Viktoria,” ujarnya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, jelas Ferry, ada anggaran dari Kementerian Sosial untuk pembangunan rumah layak huni (RLH). Namun dalam dua tahun terakhir, anggaran untuk pembangunan RLH tidak ada lagi. Oleh karena itu, pihaknya mendorong pemerintah desa untuk mengatasi persoalan ini dengan menggunakan dana desa. Dan pesan Bupati kepada camat dan kades, Nenek Viktoria harus dibuatkan rumah yang layak huni.

“Di desa, kalau tidak salah ada alokasi untuk pembangunan rumah layak huni sebanyak 10 unit dalam setahun. Dari desa mengatakan anggaran untuk pembangun rumah layak huni sebesar Rp 32 juta per unit, kemudian harus ada swadaya. Persoalan nenek ini tinggal sebatang kara sehingga tidak mungkin kita berharap ada swadaya,” terangnya.

“Tentu desa harus berpikir bagaimana caranya agar nenek ini tinggal di rumah yang layak huni. Mungkin bangunannya bisa diperkecil tapi tetap memenuhi standar kesehatan,” sambung Ferry.

Sementara Nenek Viktoria menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemkab Rote Ndao. “Beta terimakasih banyak karena bapak-bapak sudah datang lihat beta punya rumah dan sudah berikan sumbangan. Beta tidak bisa balas ini semua, semoga Tuhan yang dapat membalas semua kebaikan dari bapak-bapak,” ujarnya berurai airmata.

Terpisah Camat Landu Leko, Jostaf Faah saat dikonfirmasi terkait status kependudukan Nenek Viktoria yang sampai saat ini masih ber-KTP Kabupaten Kupang, mengatakan, syarat dalam pemberian bantuan RLH dari dana desa yakni harus ber-KTP Rote Ndao.

“Ketua BPD Bolatena sementara ke Disdukcapil untuk melakukan konsultasi. Jika belum bisa, maka saya akan lakukan koordinasi dengan Disdukcapil untuk mencari solusi terkait perpindahan penduduk sehingga Oma Toi terakomodir lewat dana desa Bolatena,” jelasnya.

Soal kesaksian Nenek Viktoria dimana ia sudah menyerahkan surat pindah penduduk kepada Kades sekitar 3 atau 4 tahun lalu, Jostaf mengaku akan menanyakan lebih lanjut kepada Kades Bolatena. (rnc12)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed