oleh

Dendam Dugaan Disantet, Motif Pembunuhan di Rote Barat

 

Ba’a, RNC – Sat Reskrim Polres Rote Ndao bersama jajaran Polsek Rote Barat, di bawah pimpinan Kasat Reskrim, IPTU Yames Jems Mbau S.Sos, Sabtu (8/1/2022), menggelar rekonstruksi tindak pidana pembunuhan dan penganiayaan terhadap suami istri, Wehelmus Ne’a (62) dan Maria Ne’a Nalle (57), Sabtu (8/1/2022).

Iklan Dimonium Air

Tersangka dalam kasus ini yakni Elias Mbura (53). Kasus tersebut terjadi Sabtu (25/12/2021), di rumah korban yang beralamat di RT/015-RW/007, Dusun Rinalolon, Desa Oenitas, Kecamatan Rote Barat.

Kepada RakyatNTT.com, Kasi Humas Polres Rote Ndao, AIPTU Anam Nurcahyo, S.I.P, mengatakan, reka adengan sesuai Laporan Polisi Nomor : LP.B/16/XII/2021/NTT/Res.RN/Sek.RB. Disebutkan, saat itu tersangka berkunjung ke rumah korban, untuk selamatan Natal. Setelah bersalaman dengan korban, tersangka EM alias Eli (53) melakukan tindakan pidana penganiayaan dan pembunuhan terhadap suami istri itu.

Akibatnya, Welhemus Ne’a mengalami luka, sedangkan istrinya Maria Ne’a Nalle meninggal dunia.
Selain tersangka, ada 10 saksi yang terlibat dalam rekonstruksi 27 adegan itu.

Adegan 1 : tersangka mengkonsumsi miras jenis sopi di rumahnya, sambil berpikir untuk membunuh korban. Dia lalu mengambil parang di kolong tempat tidur.

Adegan 2 : menerangkan perjalanan tersangka mampir di kios milik SN, membeli tembakau sambil membawa parang. Tersangka kemudian minum kopi di kios itu.

Adegan 3 : tersangka pamit dari kios lalu pergi ke sawahnya, sambil memegang parang yang disimpan dalam sarungnya.

Adegan 4 : dalam perjalanan, tersangka mampir di rumah saksi AN, untuk selamatan Natal. Setelah itu, tersangka bersama saksi AN mengkonsumsi minuman keras.

Adegan 5 : saksi HMb dan saksi FHNg, duduk di teras rumah saksi HMb. Kedua saksi melihat tersangka berjalan di jalan raya.

Adegan 6 : tersangka tiba di rumah korban (kedua) Welhemus Ne’a, kemudian memberi salam selamat Natal. Tersangka bersalaman dan mencium korban (kedua). Selanjutnya tersangka menanyakan keberadaan korban (pertama) Maria Ne’a Nalle.

Baca Juga:  Wabup Sumba Barat Resmikan Pompa Hidram Bantuan Pangdam Udayana

Adegan 7 : tersangka berjalan menuju belakang rumah, kemudian bersalaman dan mencium saksi YYN

Adegan 8 : korban (pertama) Maria Ne’a Nalle keluar dari dalam kamar, berjalan menuju dapur untuk menemui tersangka.

Adegan 9 dan 10 : menerangkan kejadian pembunuhan dari awal tersangka mengejar korban hingga tersangka membunuh korbannya.

Adegan 11 hingga 27 : menerangkan aktivitas saksi – saksi yang melihat kejadian pembunuhan itu.

Seluruh adegan rekonstruksi berlangsung di delapan titik atau lokasi tempat kejadian perkara, yakni :
rumah tersangka, kios saksi AN, rumah saksi AN, rumah saksi HMb, rumah saksi ZNg, jalan raya depan rumah korban, dalam rumah korban, dan luar rumah korban.

Turut hadir dalam rekontruksi itu, diantaranya Kasi Pidum Kajari Rote Ndao, I Nyoman Agus Pradnyana, SH, Pama Bag ops, IPDA Jack Bessie, kuasa hukum tersangka, serta masyarakat sekitar TKP.

Menurut Kasi Humas, Anam Nurcahyo, motif tersangka melakukan pembunuhan didasari rasa dendam terhadap korban. Menurut tersangka, kata Anam, korban yang menyebabkan anak kandungnya meninggal dunia dengan cara disantet/suanggi. Atas perbuatannya itu, tersangka Elias Mbura alias Eli, 53 tahun, dijerat Pasal 340 KUHP subs Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 ayat (1) KUHP. (rnc12)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed