oleh

173 Rumah untuk Korban Seroja Kota Kupang Mulai Dibangun

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Rumah untuk warga Kota Kupang yang menjadi korban badai seroja mulai dibangun.
Seremoni peletakan batu pertama berlangsung di Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Senin (5/7/2021) pagi.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore memyampaikan apresiasi kepada Kementerian PUPR yang telah merespon kebutuhan warga Kota Kupang yang terdampak badai seroja.

Iklan Dimonium Air

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Kupang dan Pemerintah Pusat berkomitmen untuk memperhatikan warga terdampak seroja. Saat ini, pembangunan 173 rumah ini merupakan tahap pertama. Pemkot sedang berupaya agar 300-an KK direlokasi ke tempat yang lebih aman.

Pemkot Kupang masih sedang menyiapkan lahan untuk warga lainnya. Masih ada kendala yang dihadapi Pemkot Kupang, yakni status tanah milik Pemkot yang belum kuat secara hukum.

“Masih banyak kendala yang dihadapi, termasuk ada pihak lain yang mengklaim tanah pemerintah kota Kupang, dan juga ada lahan yang bisa dibangun namun ukuran terlalu kecil,” jelasnya.

Wali Kota Jeriko memaparkan rumah-rumah ini dibangun selama 5 bulan. Oleh karena itu, ia berharap warga yang telah terdata untuk direlokasi tetap bersabar. “Karena pemerintah terus berupaya sungguh-sungguh untuk membantu,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan kepada lurah dan camat agar memastikan rumah-rumah yang dibangun dapat diisi oleh keluarga yang telah terdata sebelumnya. Kemudian, lokasi yang sudah tidak layak dihuni dapat dikosongkan agar tak ada lagi warga yang menetap di tebing atau bantaran sungai.

Sementara itu, Kepala Balai PPW NTT, Herman Tobo menjelaskan pembangunan rumah hunian tetap ini dikerjakan dengan prinsip “Build Back Better”, menggunakan teknologi Rumah Instan Sehat Sederhana (RISHA) yang memiliki keunggulan tahan gempa.

“Rumahnya tipe 36 dengan luas tanah 108m² (9×12) dan dilengkapi prasarana dasar permukiman antara lain jaringan air bersih, jalan lingkungan dan fasilitas umum lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dukung Vaksinasi, Wawali dan Istri Divaksin Covid 19

Kepala PPW berharap dengan adanya pembangunan rumah-rumah baru ini, sekiranya pemerintah daerah dapat memastikan agar ke depan kawasan permukiman lama dijaga dan tak dihuni. Bahkan lokasi lama hanya bisa difungsikan sebagai lokasi hijau untuk kelestarian lingkungan. (rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed