oleh

Pengusung Peti Jenazah Pasien Covid-19 Sambut Gembira Keputusan Jeriko

Iklan Demokrat

Kupang, RNC – Keluhan petugas pengusung peti jenazah pasien covid-19 di Kota Kupang akhirnya terjawab. Pasalnya, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore (Jeriko) memastikan upah mereka tidak mengalami penurunan dan tetap senilai Rp 520 ribu.

Semula para petugas pengusung jenasah pasien covid mengeluh karena upah mereka diturunkan secara sepihak oleh Dinas Kesehatan Kota Kupang. Mereka menilai Dinkes tidak transparan seputar anggaran untuk jasa pengusungan peti jenasah pasien covid. Selain itu, mereka juga mengeluh karena upah dari Januari hingga Februari belum dibayarkan.

Iklan Dimonium Air

Selasa (23/3/2021) sore, mereka mendatangi Rumah Jabatan Wali Kota Kupang untuk mengadu langsung kepada Jeriko. Pantauan RakyatNTT.com, kedatangan mereka di rujab disambut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy Funai. Kepada Sekda, perwakilan petugas pengusung jenasah pasien covid mengatakan, Kadis Kesehatan drg. Retnowati tidak menjelaskan dari awal tentang adanya perubahan besaran upah mereka. Kadis secara sepihak menurunkan upah dari kesepakatan awal sebesar Rp 520 ribu (per jenazah) menjadi Rp 350 ribu.

Meski belum menerima upah sejak Januari hingga Februari, mereka mengaku tetap menjalankan tugas demi menjaga nama baik Kota Kupang dan Jeriko selaku Wali Kota. Bahkan, diantara mereka ada yang terpapar covid-19.

“Kami datang biar Pak Wali tahu kalau Dinkes secara sepihak bikin kami seperti ini,” kata salah satu petugas.

Usai mendengar pengaduan tersebut, Sekda Fahren Funay langsung bertemu dengan Jeriko di dalam rumah jabatan. Diskusi antara Wali Kota dan Sekda berjalan dengan singkat. Jeriko meminta agar Sekda menyampaikan langsung bahwa besar upah tetap sesuai dengan ketetapan anggaran tahun lalu. Namun untuk bulan April 2021, besaran upah mengikuti perubahan anggaran.

Baca Juga:  Hasil Riset Malaysia: Vaksin Sinovac Efektif, Pfizer dan AstraZeneca Lebih Baik

“Kita sudah bersepakat dengan Pak Wali. Untuk bulan Januari sampai Maret, dibayarkan sesuai keputusan tahun kemarin. Tapi untuk bulan April, saya minta maaf,” ungkap Fahren kepada para petugas.

Raut wajah petugas pengusung jenasah pasien covid yang semula tampak kesal langsung berubah. Mereka tampak bergembiran dan spontan berterima kasih kepada Wali Kota dan Sekda yang telah menjawab keluhan mereka.

“Itu baru betul. Terima kasih Pak Jefry, Pak Sekda. Tidak usah omong itu (mengenai upah di bulan April). Kami cuma minta kepastian upah bulan Januari, Februari dan Maret,” ungkap salah satu petugas pengusung peti jenazah. (rnc04)

  • 246
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed