oleh

Puluhan Nakes Demo DPRD Malaka, Tuntut Anggota Dewan Hendrik Fahik Minta Maaf

Iklan Covid Walikota Kupang

Betun, RNC – Puluhan tenaga medis-kesehatan di Kabupaten Malaka, Kamis (28/1/2021) sekira pukul 12.00 Wita, menggelar demonstrasi di gedung DPRD Kabupaten Malaka. Mereka menuntut Anggota DPRD atas nama Hendrik Fahik dari Fraksi PKB yang juga Wakil Ketua DPRD Malaka meminta maaf kepada seluruh tenaga medis Kabupaten Malaka karena telah mencela dan menghina profesi mereka.

Forum Tenaga Medis-Kesehatan Malaka yang terhimpun dari berbagai unsur seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Malaka, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Malaka, Ikatan Apoteker Indonesia Malaka, dan Ikatan Dokter Indonesia Malaka, dipimpin oleh Very Fahik sebagai koordinator.

Iklan Dimonium Air

BACA JUGA: Pemprov NTT Bantu Pemkot Kupang Perangi Lonjakan Kasus Positif Covid-19

Selain menggunakan kendaraan sendiri, baik roda dua maupun roda empat, tampak massa aksi juga menggunakan 12 unit mobil ambulance. Sebelum menyampaikan tuntutan mereka, koordinator aksi mengarahkan massa aksi untuk menjaga jarak dan selalu menggunakan masker di lokasi aksi.

Massa meminta Wakil Ketua DPRD Malaka, Hendrik Fahik untuk keluar menemui massa di halaman kantor DPRD Malaka. Tuntutan massa tidak digubris sehingga massa mengutus perwakilan untuk meminta kesediaan Anggota DPRD menemui mereka.

Pada kesempatan itu, Hendrik Simu, Anggota DPRD dari Fraksi Golkar dan Ans Taolin dari Fraksi Gerindra sempat berupaya menghalangi massa untuk menyampaikan aspirasi mereka. Namun karena desakan begitu kuat, beberapa anggota dewan seperti Adhie Nenometa dan Fredie Seran turut mendesak forum sidang untuk menerima massa dan mengajak anggota DPRD yang lain untuk berdialog dengan massa aksi.

Dialog pun akhirnya dilaksanakan. Hadir di ruangan sidang anggota dewan lain Bernadete Luruk, Jemy Koy, Andreas Nahak, Ignas Fahik, dan Robert Taruk.

Baca Juga:  Dugaan Penyelewengan Dana Desa di Malaka Rp 8 Miliar, Ini Perintah Bupati

Beberapa tuntutan yang disampaikan massa aksi, yakni pertama; menuntut dan mengecam keras tindakan pelecehan dan arogansi terhadap profesi kesehatan tenaga kesehatan Kabupaten Malaka. Kedua; menuntut pemulihan nama baik profesi kesehatan dengan meminta maaf secara terbuka kepada profesi dokter, perawat, bidan dan semua tenaga profesi kesehatan lain, baik secara langsung maupun melalui media. Ketiga; menyayangkan sikap seorang wakil rakyat yang seharusnya berjuang bersama, mengedukasi dan mengayomi masyarakat agar di situasi pandemi ini masyarakat tetap mematuhi protokol covid, bukannya menyalahkan dan terkesan mengajak masyarakat untuk melawan tenaga kesehatan yang sedang berjuang bertaruh hidup dan mati untuk memerangi pandemi ini.

BACA JUGA: Data Covid-19 NTT 27 Januari: 5 Pasien Meninggal di Belu, Kupang dan Manggarai

“Apabila tuntutan kami tidak diindahkan dan diklarifikasi, maka semua dokter, perawat, bidan dan semua tenaga kesehatan lainnya akan mogok pelayanan di semua fasilitas kesehatan selama 1 minggu, terhitung besok tanggal 29 Januari sampai dengan 4 Februari 2020,” demikian tuntutan massa aksi.

Dalam dialog tersebut, Hendrik mengatakan dirinya orang hukum dan apa yang disampaikan massa aksi tidak benar. Pernyataan ini pun membuat gaduh suasana karena perwakilan massa aksi lakukan protes. Koordinator aksi, Very mengacungkan tangan untuk menanggapi, namun HF buru-buru meninggalkan ruang sidang.

Massa pun membubarkan diri sembari mengajak sesama tenaga medis untuk melakukan mogok kerja. Ada yang berteriak pasien dibawa saja ke kantor DPRD dan diurus dan dilayani oleh Hendrik. (*/rnc)

  • 225
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed