oleh

Ratusan Perahu Rusak, Nelayan Minta Segera Didata dan Dibantu

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Badai Seroja telah meluluhlantakkan Kota Kupang dan sekitarnya. Termasuk kawasan Perikanan Tenau juga mendapat imbas, sehingga merugikan para nelayan.

Hingga Jumat (9/4/2021) kemarin, sesuai pantauan RakyatNTT.com di Pelabuhan Perikanan, belum ada kegiatan evakuasi. Bukan karena tidak ada inisiatif dari nelayan, tetapi kurangnya fasilitas pendukung bagi para nelayan untuk melakukan evakuasi terhadap perahu-perahu yang tenggelam akibat badai Seroja.

Iklan Dimonium Air

Salah satu nelayan, Muhammad Ali menyampaikan Dinas Perikanan sudah mendata perahu-perahu yang terdampak badai, namun tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan yakni perahu yang terdampak kurang lebih sebanyak 150 unit dari 1 GT sampai 10 GT ke atas.

Perahu yang terdata oleh Dinas Perikanan yakni hanya 28 unit, dengan rincian lampara 16 dan perahu Hinca 12 unit. Disebutkan, kemungkinan besar yang didata hanya perahu dengan mesin 5 GT ke atas yang memiliki Surat Persetujuan Berlayar. “Lantas bagaimana dengan yang di bawah 5GT?” ujar Ali.

BACA JUGA: GMIT Kirim Bantuan ke Sabu Raijua Pakai KRI Achmad Yani

“Jadi kami bersama dengan serikat buruh hanya ingin agar pendataan dari Perikanan bisa dilakukan dengan benar sesuai dengan yang terjadi di lapangan agar semua bisa paham bagaimana tindak lanjut yang harus diambil. Mungkin kami harus melapor ke mana sehingga semua bisa diperhatikan dengan baik,” kata Ali.

Ia berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk mendirikan Posko Pendataan Nelayan Terdampak dan membantu nelayan untuk melakukan evakuasi terhadap perahu-perahu yang hancur dan tenggelam.

“Jika sudah ada posko pendataan dan evakuasi sudah selesai, akan sangat mudah mengidentifikasi jenis kerusakan yang terjadi pada setiap perahu, sehingga nantinya bila ada bantuan dari pemerintah bisa sesuai dengan kondisi perahu,” jelas Ali. (*/rnc05)

Baca Juga:  Data Covid-19 NTT 29 April: Tambah 49 Positif, 4 Meninggal Dunia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed