Transformasi Perpustakaan untuk Kesejahteraan Rakyat

Kota Kupangdibaca 219 kali

Kupang, RNC - Transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial menjadikan literasi sebagai upaya menggapai kesejahteraan.

Perpustakaan pun menggunakan pendekatan teknologi informasi dalam pengembangannya sesuai tuntutan zaman. Hal ini terangkum dalam bimtek strategi pengembangan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Bimtek tersebut dibuka secara resmi oleh Plh. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan NTT Ir. Bambang Permana di Hotel Aston, Selasa (8/6/2026).

Sesuai agenda, bimtek di NTT dilakukan selama 7 hingga 11 Juni 2021 dengan menghadirkan para master trainer dan pustakawan dari pusat, provinsi, kabupaten hingga desa.

Pantauan RakyatNTT.com, bimtek berlangsung lancar. Para peserta pun antusias berinteraksi dengan para trainer (pemateri). Plh. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan NTT, Ir. Bambang Permana dalam sambutannya mengatakan transformasi pelayanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup demi kesejahteraan masyarakat.

“Inklusi sosial adalah pendekatan berbasis sistem sosial yang memandang perpustakaan sebagai subsistem sosial dalam kemasyarakatan,” ujar dia.

Dia menambahkan perpustakaan harus dirancang agar memiliki manfaat yang tinggi di masyarakat untuk mengurangi kemiskinan dari berbagai aspek kehidupan yang pada akhirnya mendukung Program NTT
Bangkit, NTT Sejahtera.

Ia memberikan apresiasi kepada Perpustakaan Nasional yang telah menetapkan 3 kabupaten di NTT yakni Sumba Timur, Manggarai Barat, dan Flores Timur sebagai Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dan Kabupaten Belu sebagai Replikasi Transformasi Pelayanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, serta 10 desa untuk menyelenggarakan program Revitalisasi Pengembangan Perpustakaan Umum melalui transformasi pelayanan Perpustakaan Berbasis
Inklusi Sosial.

Sebelumnya, Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando menegaskan perpustakaan wajib menyesuaikan dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saat ini. “Transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial menitikberatkan pada peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan agar mampu memahami kebutuhan masyarakat,” ujar dia.

Baca Juga:  Brigjen TNI Simon Petrus Kamlasi Tiba di Kupang, Disambut Tarian Adat

Menurutnya, memberikan inovasi layanan dengan pelibatan masyarakat serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan layanan perpustakaan yang sesuai kebutuhan masyarakat.

Sementara bimtek bertujuan meningkatkan pengetahuan pengelola perpustakaan umum di daerah tentang strategi pengembangan perpustakaan umum berbasis inklusi sosial dengan memberdayakan teknologi informasi.

Materi bimtek mencakup strategi pelibatan masyarakat, peningkatan layanan informasi, advokasi
perpustakaan, penggunaan sistem informasi manajemen untuk pendokumentasian kegiatan perpustakaan, identifikasi dampak layanan perpustakaan, TIK dasar dan penyusunan rencana kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dalam situasi kenormalan baru akibat pandemi Corona.

(rnc18)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *