oleh

Wali Kota Bangga TP PKK Punya Inovasi di Bidang Home Care

Sabun Herbal Cyrus

Kupang, RNC – Wali Kota Kupang Dr. Jefri Riwu Kore membuka kegiatan Pelatihan Kader Paliatif (Home Care) yang digelar oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pokja IV, di Aula Hotel Maya, Senin (25/11/2019) pagi.

Turut hadir Ketua dan Wakil TP PKK, Hilda Riwu Kore Manafe yang juga Anggota DPD RI NTT dan Elisabeth Lies Rengka Man, Kepala Dinas Kesehatan dr. Retnowati, serta 30 peserta dengan latar belakang pendidikan kesehatan dan masyarakat umum lainnya. Para peserta tersebut terseleksi dari 56 calon.

Ketua Panitia, dr. Jane E Fransiska, Sp.PD menyampaikan Pokja IV menyelenggarakan kegiatan tersebut selama lima hari, yakni 25-30 November 2019. Tujuannya adalah menghasilkan kader-kader paliatif yang handal dan terlatih dalam melaksanakan perawatan bagi pasien yang dirumahkan.

dr. Jane mengatakan pelatihan ini menggunakan metode teori dan praktikum dan didukung oleh narasumber dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Rumah Sakit Baptis Kediri, RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes, Rumah Sakit Siloam, dan Klinik King Care.

Sementara itu, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore menyampaikan program yang dibangun TP PKK merupakan kegiatan baru yang bersinergi dengan Pemkot. “Kita harus mendidik kader-kader kita, orang-orang yang punya hati untuk menangani penderita sakit yang ada di rumah,” katanya.

Ia pun bangga dengan adanya partisipasi dari ke-30 peserta itu, yang telah merelakan waktu dan tenaga demi menjalankan program kepedulian tersebut. “Sudah barang tentu, dari tes yang dilakukan telah membuktikan ada wujud perhatian dari masing-masing peserta. Tentu juga sebagai manusia kita harus memperhatikan saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita,” imbuhnya.

Jefri juga mengapresiasi inovasi yang digagas TP PKK dan dokter YKI, Rumah Sakit Baptis Kediri, RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes, Rumah Sakit Siloam, dan Klinik King Care.

Saat diwawancarai usai pembukaan pelatihan, Ketua TP PKK Hilda Riwu Kore Manafe menyampaikan program kesehatan terbaru ini perlu diperhatikan secara baik. Ini sebagai terobosan awal dan harus berhasil sehingga bisa ditingkatkan.

“Saya sebagai ketua bagaimana cara saya membuat inovasi yang membuka lapangan pekerjaan, memberikan keterampilan, sehingga ada nilai tambah bagi diri mereka dan bisa berpenghasilan,” ungkapnya.

Setelah pelatihan ini, para peserta ini akan kita padukan dalam unit dari setiap rumah sakit yang ada dengan memberikan pelayanan khusus bagi usia lanjut. Dengan memberikan keterampilan paliatif ini, maka kader-kader ini bisa dipekerjakan di daerah lain bahkan negara maju yang membutuhkan pelayanan home care dan ICU. “Seperti yang dilakukan RS di DKI Jakarta, pada pelayanan unit paliatif, di ruang ICU itu lebih tinggi biayanya dari pada home care. Jadi kami punya keinginan mempersiapkan mereka sehingga dapat bekerja dengan hati secara profesional, dan dihargai dengan jasa yang cukup,” tandasnya. (rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed