oleh

Youth Action Forum Gelar Dialog Pariwisata, Libatkan Anak-anak Muda

Kupang, RNC – Youth Action Forum atau Forum Aksi Pemuda menggelar dialog bertajuk Partisipasi Pemuda Untuk Mendukung Pariwisata Berkelanjutan yang hadiri oleh para pemuda dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi di Hotel Neo, Kamis (29/09/2019).

Dialog tersebut dikemas dalam bentuk Cafe Dialog, dengan istilah Youth Dialog Studio (YDS) yang didukung oleh United in Diversity Foundation dan UN SDSN Youth sebagai sebuah program yang menyediakan ruang belajar dan wadah para pemuda untuk berbagi ide-ide hebat dan berdampak bagi masyarakat.

Garnadipa Gilang sebagai United Nation Sustainable Development Solutions Network (UN SDSN) Program Coordinator menjelaskan untuk mempersiapkan pemuda menjadi pemimpin yang tangguh maka perlu diciptakan ruang belajar yang mempertemukan generasi muda dari berbagai bagian ekosistem untuk menjalin hubungan otentik melalui percakapan mendalam dan pengalaman yang bermakna.

Dengan bekal ini, kesadaran kolektif dan pergeseran paradigma dapat terjadi, sehingga akhirnya bermuara pada aksi-aksi kolaboratif yang mengupayakan kesejahteraan bersama dan bukan sekedar memajukan kepentingan sebagian.

Adapun tujuan utama YDS oleh Youth Action Forum 2019 untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan personal dan kolektif di kalangan generasi muda sehingga mampu menghadapi tantangan sosial, ekologi, dan spiritual yang semakin kompleks.  Selain itu, menjembatani dialog antar generasi, antar sektor, antar wilayah untuk memperluas perspektif, menyelaraskan tekad, perhatian, dan aksi nyata untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan. “Mengembangkan jejaring pemimpin-pemimpin muda untuk dapat saling berbagi pengalaman, pelajaran dan berbagi sumber daya yang dimiliki. Kemudian mendorong dan memfasilitasi kolaborasi antar generasi muda untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan,” kata Gilang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Ir. Wayan Darmawa, MT yang hadir sebagai salah satu narasumber mengaku sangat senang dan mendukung kegiatan dialog dimaksud.
“Provinsi kita, NTT, sangat kaya dan memiliki kekayan alam, budaya dan sejarah yang luar biasa. Kami membutuhkan pemuda-pemudi yang peduli dan mau melakukan sesuatu untuk kemajuan pariwisata di NTT. Kami membutuhkan ide-ide kreatif dan inovatif para pemuda lintas sektor, lintas wilayah dan lintas generasi,” ungkap Wayan.

Pantauan media ini, forum dialog ini dihadiri 95 peserta yang berasal dari 3 sektor yang berbeda, yaitu pemerintah, non-pemerintah (LSM dan komunitas), serta pelaku bisnis. YDS Kupang diselenggarakan oleh United in Diversity, SDSN Youth, DANA, dan Bumi Kami. Sedangkan, pembicara sebagai Keynote speaker berasal dari Pemerintah Provinsi NTT. YDS juga menghadirkan Meriza Netaniel dari Bumi Kami, Meybi Agnesia dari Timor Moringa, dan Restituta Ajeng Arjanti dari DANA untuk memotivasi dan menginspirasi pesarta dialog.

Gerri Saba, salah satu peserta YDS dari Komunitas Beta NTT mengungkapkan dialog lintas sektor, bidang dan generasi ini sangat bermanfaat bagi individu maupun komunitas.
“Sebagai anggota komunitas yang bergerak di bidang pariwisata, kami merasa sangat terbantu dengan ide-ide hebat hasil diskusi dengan orang muda dan itu sangat menginspirasi kami untuk terus berbuat sesuatu bagi kemajuan pariwisata di NTT,” ungkap Gerri. Para peserta YDS pose bersama usai dialog di Hotel Neo Aston, Senin (2/9/2019). (Foto: IST).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *