oleh

Ada Tos Secangkir Kopi Toraja di Natal KKT

 

Kupang, RNC – Perayaan Natal Kerukunan Keluarga Toraja (KKT) Kupang dan sekitarnya, di Auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana), telah selesai dilaksanakan, Sabtu (8/1/2022). Seperti disaksikan RakyatNTT.com, konsep Natal KKT tahun ini yang bertajuk “Toraya Tongan”, sangat terasa dan terlihat.

Iklan Dimonium Air

Mulai dari dress code (menggunakan busana Toraja), Tarian Pa’gellu, persembahan puji – pujian, makanan khas pa’piong hingga tos secangkir kopi Toraja, tersaji dalam moment Natal Sangtorayan itu. Bahkan, teriakan mangoli terdengar membahana ke langit – langit auditorium, memicu adrenalin masaraya Natal yang hadir.

Pater Seles Panggarra, CMF, dalam homili atau khotbahnya yang terambil dari Matius 1:1-17, memaparkan tentang silsilah keturunan Tuhan Yesus, sampai kepada kita umat-Nya. Dengan memahami histori silsilah tersebut, Pater Seles berharap, Sangtorayan membangun kerangka atau frame berpikir, bahwa kita yang hina dina ini (tanpa memandang status sosial dan tingkat pendidikan), merupakan saudara Kristus.

“Rara buku atau saluran rara buku, adalah sesuatu yang penting diketahui bagi kita orang Toraja. Tanpa memandang status sosial dan tingkat pendidikan, kita menjadi saudara senasib dan sepenanggungan dalam Kristus. Frame atau kerangka berpikir ini, harus kita bangun bahwasanya siposola ki’ siulu ki’ dan Yesus adalah Tongkonan kita, karena kita adalah saudara-Nya. Mari, kita mengaplikasikan persaudaraan dengan Yesus, dalam kehidupan kita masing – masing,” imbuh Pater Seles.

Sementara Ketua KKT Kupang dan sekitarnya, Paulus Rante Tadung, SH, dalam sambutannya mengingatkan tentang pentingnya saling menghargai dan saling mendukung (siangkaran) dalam setiap sendi kehidupan warga Toraja yang ada diperantauan, khususnya di Kota Kupang dan sekitarnya.

“Ada begitu banyak nilai persaudaraan yang terkoyak, jika kita tidak saling menghargai dan mendukung. Sebagai warga Toraja yang ada diperantauan, kita harus tetap siangkaran, sehingga keharmonisan Sangtorayan tetap terjaga dalam bingkai kerukunan,” tandas Paulus Rante Tadung.

Hal yang sama juga dipesankan Ketua Tim Kerja Natal KKT Kupang, Ir. Agustinus Sampeallo. Dalam laporannya, Agustinus mengatakan, perayaan Natal tahun ini terselenggara berkat kerja sama dan keterpanggilan kita sebagai warga Toraja. Karena itu, dia menyampaikan limpah terima kasih kepada semua warga Toraja yang telah terlibat menyemarakkan Natal KKT tersebut.

“Tanpa keterlibatan siuluku sola nasang, perayaan Natal ini tidak mungkin terlaksana. Karena itu, mari terus bergandengan tangan merajut kebersamaan dalam bingkai kerukunan,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI), Dating Palembangan, yang turut hadir pada perayaan Natal KKT itu, dalam “sekapur – sirihnya” membeberkan tentang keberadaan serta program kerja PMTI lima tahun ke depan.

Kendati PMTI masih kontroversi di mata masyarakat Toraja, Dating berharap, sejumlah keputusan bersama yang telah disepakati dalam Mubes IV PMTI, bisa diterima dan dikondisikan sesuai kebutuhan organisasi Sangtorayan yang ada di daerah.

Turut hadir dalam Perayaan Natal KKT Kupang, Wakil Rektor III, Dr. Siprianus Suban Garak, para sesepuh, penasehat, dan pelayan Tuhan dari berbagai denominasi gereja.

“Kurre sumanga’ lako kita solanasang, Natal KKT Kupang dan sekitarnya telah berlangsung dengan baik dan lancar. Tidak lupa pengurus juga berterima kasih kepada pihak Undana atas penggunaan auditorium, dan kepada Tim Kerja yang telah melaksanakan perayaan Natal KKT,” pungkas Paulus Rante Tadung. (rnc14)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed