Kupang, RNC - Dr. Adolfina E. Koamesakh, M.Th., M.Hum tak asing di kancah perpolitikan NTT. Namanya mencuat sejak tahun 2018 lalu. Kala itu, ia bertarung di Pilkada Rote Ndao sebagai calon wakil bupati.

Walau gagal memenangkan pilkada, Adolfina tak mau menyerah. Ia tetap aktif di berbagai kegiatan politik. Sempat menjadi calon anggota legislatif pada Pemilu 2019. Namun, ia lagi-lagi gagal. Walau begitu aktivitasnya di politik tetap berjalan hingga saat ini.

Pengajar di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Medan ini sudah lama berkecimpung di politik. Tercatat pada tahun 2009 lalu, ia pernah maju menjadi calon anggota DPR RI dari Sumatera Utara melalui PKDI, namun saat itu PKDI tak lolos ke Senayan.

Menurutnya, perjuangan di jalur politik tujuannya adalah mensejahterakan rakyat. Ia mengaku tertantang dengan kondisi masyarakat, sebab anggaran triliunan setiap tahun, namun masyarakat tetap terkungkung dalam kemiskinan. “NTT dengan provinsi ketiga termiskin di Indonesia butuh perjuangan karena kira-kira apa yang salah dengan ini. Apakah eksekutif itu tidak diawasi dengan baik atau anggaran yang tidak cukup untuk dibagi dengan bidang-bidang yang lain, atau apa yang salah,” kata Adolfina mengungkap alasannya maju dari dapil NTT 2 pada Pemilu 2026 nanti.

Menurutnya, persoalan serius yang dihadapi sekarang adalah masalah pendidikan yang masih terbelakang. Hal ini harus menjadi perhatian, karena pendidikan menentukan nasib generasi yang akan datang. Persoalan lain adalah perempuan dan anak yang masih bergelut dengan stunting. “Angka stunting cukup tinggi. Apakah yang salah. Apakah anggaran tidak cukup untuk menjangkau semua. Ini hal yang memprihatinkan. Isu stunting masih besar di NTT dan memang memprihatinkan,” ujarnya kepada media ini, Senin (27/2/2026).

Baca Juga:  PAN Dukung Melki Laka Lena di Pilgub NTT, Rekomendasikan Sis Jane sebagai Cawagub

Persoalan-persoalan ini yang membuatnya tertantang untuk memperjuangkannya melalui jalur politik. Oleh karena itu, ia ingin kembali ke NTT dan mengabdi untuk masyarakat. “Sudah waktunya anak-anak NTT bisa kembali membangun NTT secara keseluruhan, bergandengan tangan dengan pihak-pihak lain untuk memperhatikan persoalan yang ada,” terang Adolfina.

Bertarung di Pemilu 2026, Adolfina pun memilih PAN sebagai kendaraan politiknya. “Komunikasi sudah intens saya lakukan dengan DPW dan sementara persiapan. Komunikasi sudah dari tahun lalu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa partai lain yang juga memintanya untuk menjadi calon anggota legislatif. Bahkan ada yang memintanya untuk maju di Sumatera Utara, baik menjadi calon anggota DPRD maupun DPR RI. “Tapi saya tidak mau dari Sumatera, karena Sumut ini sudah jauh lebih baik. Banyak sekali kader di sini. Jadi kalau hanya bikin ramai untuk apa. Saya kemudian bicara dengan keluarga, maka diputuskan saya kembali ke NTT. Ini panggilan untuk saya kembali ke tanah kelahiran,” kata Adolfina.

Ia mengaku lebih memilih PAN karena partai nasionalis. Lebih dari itu, PAN adalah partai yang masuk lingkaran pemerintahan Presiden Joko Widodo. “Ke depan tentu mereka (PAN) juga akan mendukung orang-orang seperti pak Jokowi. Ini harapan kita juga seperti itu. Saya juga tanyakan ke mana PAN di Pilpres. Karena saya tidak mau berseberangan dengan pilihan masyarakat NTT,” katanya.

Dan, menurutnya, sejauh ini PAN lebih dekat dengan Ganjar Pranowo dan Erick Thohir. Bahkan kedua tokoh ini hadir dalam Rakornas PAN di Semarang. Maka bisa jadi keduanya yang didukung PAN di pilpres. “Saya selama ini relawan Pak Ganjar. Saya juga sudah pernah bertemu pak Erick Thohir. Kalau PAN akhirnya mendukung pak Ganjar ini sangat cocok dengan perjuangan saya sebagai relawan Pak Ganjar,” tandasnya. (rnc)

Baca Juga:  DPW PAN NTT Resmi Serahkan SK Dukungan untuk Jeriko-Adinda

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *