oleh

Akhiri Pandemi Covid-19, Sinode GMIT Serukan Puasa Tiap Hari Jumat

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) mengimbau jemaat melaksanakan puasa sepanjang masa Minggu Sengsara yakni setiap Jumat. Seruan ini telah disampaikan kepada seluruh jemaat GMIT di Indonesia.

Dalam puasa tersebut, jemaat diminta untuk mendoakan dunia yang sedang bergelut dengan pandemi covid-19.

Iklan Dimonium Air

Berikut isi lengkap surat Majelis Sinode GMIT tentang puasa:

Semoga kami dapat menjumpai Bapak/Ibu dalam keadaan damai sejahtera. Alkitab memberi kita gambaran bahwa berpuasa adalah sebuah upaya untuk mendekatkan diri dan berharap belas kasih Allah. Di masa krisis seperti saat ini, seruan iman sangat perlu dilakukan berbarengan dengan komitmen menjalankan protokol kesehatan.

BACA JUGA: Kabar Baik, Satu Juta Pasien Covid-19 di RI Sembuh

Untuk itu selama masa raya minggu sengsara Kristus kami mengajak semua anggota
GMIT untuk berpuasa bagi pergumulan dunia saat ini. Dan untuk membantu pelaksanaan puasa pada setiap hari Jumat di Minggu Sengsara (7 hari Jumat), kami lampirkan panduan untuk dipedomani.

Demikian surat ini kami sampaikan. Allah Tritunggal menyertai kita. Kita terus
berdoa Tuhan memimpin kita dengan hikmatNya dalam saat-saat sulit sekarang ini.

Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor
Ketua, Pdt. Dr. Mery L.Y. Kolimon
Sekretaris, Pdt. Yusuf Nakmofa, M.Th

1. Puasa dilakukan sehari penuh mulai jam 7 pagi sampai dengan jam 6 sore (18.00). Sebelum
berpuasa seluruh anggota keluarga yang hendak berpuasa harus makan pagi.

2. Pelaksanaan puasa dimulai dengan membunyikan lonceng di gereja pada jam 7 pagi dan doa di tiap rumah tangga.

3. Puasa berarti tidak makan dan tidak minum sama sekali.

4. Bagi kaum lanjut usia, anak-anak, dan mereka yang sakit keras disarankan untuk berpuasa
setengah hari atau tidak berpuasa sama sekali. Dalam masa pandemi ini, daya tahan tubuh
harus tetap dijaga.

5. Bagi yang mengalami gangguan kesehatan ringan/sedang bisa minum air putih.

6. Di hari puasa ini kita tidak sekedar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadikannya
sebagai hari berdoa kita. Setiap keluarga perlu mempersiapkan tempat khusus untuk menjadi
tempat doa/mesbah keluarga. Keluarga bisa duduk mengitari meja atau bertelut untuk berdoa bersama. Di atas meja dapat diletakkan Alkitab, lilin yang dinyalakan, dan salib, tanda kehadiran Firman Allah, cahaya kasihNya, dan penghayatan pada pengorbanan Yesus.

7. Pada jam 7 malam ada bunyi lonceng untuk semua masuk dalam ibadah.

8. Selama hari berpuasa, kita dapat mengatur agar dapat berdoa 10-15 menit setiap 2 jam
sesuai dengan pokok pergumulan yang disediakan setiap hari.

BACA JUGA: Angka Covid-19 Terus Naik, Pemkot Kupang Ajak Masyarakat Berdoa dan Berpuasa 7 Hari

9. Pada masa puasa selama 7 hari ini, kita akan sungguh-sungguh menggumuli pergumulan
yang diatur setiap hari serta ditutup dengan ibadah keluarga. Dalam ibadah itu ada
kesempatan untuk membuat komitmen bersama sebagai keluarga untuk menindaklanjuti puasa dan doa dengan tindakan berbagi.

Diketahui, sebelumnya Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore juga mengeluarkan edaran untuk masyarakat Kota Kupang agar melaksanakan puasa dan berdoa selama 7 hari untuk Kota Kupang agar keluar dari pandemi covid-19, dimulai 15-21 Februari. Seruan juga dikeluarkan Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu agar masyarakatnya berdoa dan berpuasa agar pandemi ini segera berlalu. (*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed