oleh

Angka Covid-19 Terus Naik, Wabup Kupang Cek Kesiapan Petugas Kesehatan

Iklan Covid Walikota Kupang

Oelamasi, RNC – Menyikapi situasi penyebaran Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan dan memastikan kesiapan kerja aparatur Wakil Bupati Jerry Manafe bersama Gugus Tugas Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kupang menggelar rapat koordinasi di ruang rapat Wakil Bupati Kupang di Oelamasi, Senin (1/2/2020).

Jerry Manafe menjelaskan, sebagai Wakil Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 dirinya perlu mamastikan kesiapan petugas untuk mengatasi sejumlah permasalahan yang terjadi di masyarakat.

Iklan Dimonium Air

Menurut dia, banyak kendala dan masalah yang tengah dihadapi petugasnya di lapangan. Kendala dan masalah ini tentunya harus segera diatasi termasuk di antaranya soal pasien Covid-19 yang meninggal di Rumah Sakit Naibonat sebelum jenazahnya dibawa keluar sudah harus mengantongi hasil diagnosisnya. Dengan demikian jelas diketahui apakah pasien meninggal terpapar covid-19 atau tidak.

Selain itu, Tim Evakuasi dan Pemakaman Jenazah Covid-19 harus dalam keadaan siap siaga. Tidak hanya manusianya saja, tapi juga peralatan dan kendaraan yang digunakan.

Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat, kata dia, segera menyediakan tambahan tempat isolasi pasien Covid-19 di ruangan negatif.

BACA JUGA: Jenazah Pasien Covid-19 Kabupaten Kupang Dimakamkan di Pemakaman Keluarga

Menyinggung soal ketersediaan oksigen di RSD Naibonat, jelas Jerry, ketersediaan oksigen cukup memadai karena RSD Naibonat memiliki mesin oksigen sendiri dan masih berfungsi dengan baik.

“Ketersediaan APD dan petugas di tingkat kecamatan segera dipenuhi. Kita juga harus punya kas kecil agar sewaktu-waktu bisa langsung dipakai,” kata Jerry.

Soal evakuasi dan pemakaman jenazah pasien Covid-19 tentunya harus ada pendampingan oleh seorang dokter sebagai petugas medis yang bertanggung jawab menjelaskan aturan pemakaman sesuai anjuran prokes Covid-19.

Saat ini, kata Herry, sedang diupayakan agar Kabupaten Kupang memiliki tempat pemakaman pasien Covid-19 sendiri agar tidak boleh dimakamkan di pekarangan rumah dan jauh dari pemukiman warga.

Selain itu, petugas juga harus mensosialisasikan alasan pasien Covid-19 yang meninggal harus dikubur dengan tanah atau pasir agar tidak ada ruang menyimpan udara. “Tadi saya ingatkan kepada Dinas Kesehatan dan BPBD, hati-hati gunakan dana Covid-19 karena harus betul-betul digunakan sesuai keperluan dan kebutuhan. Ini saya lihat kekurangan APD bisa jadi masalah apalagi di Puskesmas-puskesmas. Lebih baik dipakai untuk beli APD daripada pakai untuk perjalanan, makan-minum. Bukan tidak boleh, tapi mana yang lebih prioritas,” jelasnya. (rnc08)

  • 169
    Shares
  • 169
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed