oleh

Audiens dengan Pengurus Lama IKASATYA Kota Kupang, Ini Pesan Gubernur VBL

Kupang, RNC – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menerima pengurus lama Ikatan Alumni Satya Wacana (IKASATYA) Kota Kupang di Ruang Kerja Gubernur NTT, Selasa (29/9/2020).

Pada kesempatan itu, Gubernur NTT menyampaikan berbagai informasi terkait program kegiatan, kondisi aktual dan perspektif pembangunan di Provinsi NTT, baik aspek pendidikan, sosial budaya, pilkada, potensi sumber daya NTT bidang perikanan, pertanian, peternakan, sumber daya manusia, maupun air mineral dan energi terbarukan di Provinsi NTT.

“Pendidikan di era Covid-19 terus dilaksanakan. Untuk di pedalaman ke depannya dapat bersekolah secara tatap muka dengan tetap memperhatikan aspek protokol kesehatan. Yang dikhawatirkan adalah kalau ada orang dari luar yang masuk. Karena itu, isolasi mandiri di sekolah harus terus dilakukan baik oleh pihak sekolah, kepala desa, camat dan bupati untuk menjaga dan mencegah penyebaran covid di daerah,” jelas VBL.

BACA JUGA: 242 Wartawan Kena Covid. AJI Minta Konferensi Pers Tatap Muka Dihentikan

“Kita sedang serius mengurus riset obat-obatan kita dengan baik. Saya terus mendorong riset untuk obat-obatan di NTT, seperti riset kulit Pohon Faloak yang dijadikan obat Herbal Penyakit Hepatitis C. Riset-riset yang berkelanjutan menolong kita. Kita tahu selama ini Faloak dapat menyembuhkan penyakit ‘kuning’ karena itu melalui riset yang kita lakukan, kita dapat menjelaskan kepada dunia secara ilmiah/ilmu pengetahuan sehingga dunia menerimanya,” ujar Viktor.

Selanjutnya ia mengatakan, dalam suasana kompetisi pilkada perlu menjaga harmonisasi dan mengeliminir berbagai hal yang dapat merugikan apalagi dengan keterbatasan pengetahuan, pemahaman dan informasi. Menjadi kepala daerah tidaklah gampang untuk membangun masyarakat dengan sumber daya manusia yang terbatas di Nusa Tenggara Timur.

Selanjutnya Viktor mengatakan, NTT belum terbiasa menghitung kekayaan bawah laut yang dimiliki. Saat ini baru menghitung kekayaan perikanan. Di laut Sabu memiliki air mineral yang apabila didesalinasi dapat menjadi air mineral terbaik di dunia. “Kita juga memiliki terumbu karang yang perlu kita hitung karena merupakan kekayaan laut kita,” ujarnya.

Dalam audiens tersebut, pengurus lama IKASATYA Kota Kupang menyampaikan rencana pelaksanaan serah terima kepada pengurus IKASATYA Kota Kupang yang baru sebagai hasil reorganisasi dalam rangka keberlanjutan pelaksanaan tugas-tugas organisasi ke depannya.

Ada tiga hal yang disampaikan yaitu kondisi dari organisasi IKASATYA Kota Kupang sampai dengan saat ini, akuntabilitas pelaporan keuangan dan beberapa rekomendasi yang disampaikan kepada pengurus baru dalam rangka perubahan ke depan.

BACA JUGA: Masuk ‘Zona Cokelat’, Pesta di Kota Kupang Tetap Dilarang

Ir. Esthon Foenay selaku Wakil Ketua Penasehat Pengurus IKASATYA Kota Kupang yang baru menyampaikan bahwa peran IKASATYA berkaitan dengan aspek pendidikan bagi anak-anak Nusa Tenggara Timur yang berada di daerah kepulauan, pegunungan dan daerah terpencil yang tidak memiliki akses teknologi komunikasi sehingga berdampak pada dinamika pembangunan bidang pendidikan sehingga perlu solusi agar proses pendidikan terus berjalan. Selanjutnya Esthon mengatakan, fenomena proses politik berkaitan dengan pilkada dimana perlu terus menciptakan kondisi yang harmonis dan saling menghargai di antara sesama pasangan calon kontestan pilkada. Ia juga mengajak masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk patut berbangga dengan potensi sumber daya yang dimiliki sebagai anugerah Tuhan.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Esthon Foenay selaku Wakil Ketua Penasehat IKASATYA Kota Kupang 2018-2023, Prof. Mia Noach, Warlons Nope, Sherly Tobe-Litelnoni. (*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed