oleh

Bahas LKPJ 2020, Pansus DPRD Ende Soroti Tiga Bangunan Puskesmas

Ende, RNC – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Ende Tahun 2020 menyoroti pembangunan tiga gedung Puskesmas di Kabupaten Ende, Kamis (27/5/2021).

Sidang yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Erikos E. Rede ini dihadiri Bupati Ende, Djafar Achmad, Sekretaris Daerah (Sekda) Agustinus G. Ngasu dan para pimpinan OPD.

Pada kesempatan itu, Pansus menyampaikan sejumlah rekomendasi yang dibacakan anggota DPRD dari Fraksi Nasdem, Don Bosco Rega. Yang paling disoroti adalah Dinas Kesehatan khususnya pada kegiatan pembangunan/peningkatan Puskesmas Nangapanda, Puskesmas Rewarangga dan Puskesmas Wolowaru yang realisasi fisik pembangunannya sudah 100%.

Berdasarkan hasil pantauan Pansus melalui kegiatan kunjungan kerja lapangan ditemukan bahwa kualitas ketiga bangunan Puskesmas tersebut kurang memuaskan. Beberapa temuan Pansus, yakni tembok yang sudah retak, distribusi air dari bak penampung ke ruangan khususnya kamar mandi tidak berfungsi dan IPAL yang juga tidak berfungsi.

Selain itu, rekanan yang mengerjakan ketiga puskesmas tersebut adalah orang yang sama namun menggunakan 3 nama perusahaan berbeda saat mengikuti lelang pekerjaan.

Terkait masalah-masalah ini, Pansus mendesak agar bangunan Puskesmas segera diperbaiki oleh perusahaan rekanan. Pansus juga menyebut ketiga Puskesmas belum melakukan uji coba laboratorium terhadap kualitas baku mutu air yang dihasilkan, sementara realisasi keuangannya sudah mencapai 100%. Oleh karena itu, perlu dilakukan koreksi terhadap item pekerjaan dimaksud.

Pansus juga menemukan adanya kegiatan pembangunan rumah genset pada Puskesmas Nangapanda yang tidak memadai dan instalasi listrik yang belum selesai dikerjakan.

Pansus memberikan catatan terkait identifikasi masalah yang sudah dilakukan oleh Pemerintah, di mana solusi yang ditawarkan tidak sejalan dengan data capaian program/kegiatan oleh dinas terkait. Disebutkan, jika kurang sumber dana, seharusnya dana untuk item kegiatan dimaksud habis terserap, namun kenyataan sebaliknya penyerapannya justru rendah.

(rnc16)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *