oleh

Baru 2 Kelurahan di Kota Kupang Zona Hijau, 16 Zona Kuning, 25 Zona Merah

Iklan Demokrat

Kupang, RNC – Dari 51 kelurahan di Kota Kupang, hingga Jumat (3/9/2021) baru dua yang berstatus zona hijau karena tidak lagi memiliki kasus aktif covid-19.

Dalam rilis Pemerintah Kota Kupang, disebutkan dua kelurahan itu yakni Kelurahan Merdeka dan Kelurahan Mantasi.

Iklan Dimonium Air

Dalam keterangan tertulis Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang menyebutkan masih terdapat 16 kelurahan dengan status zona kuning karena memiliki 1-5 kasus aktif positif COVID-19.

Sedangkan kelurahan dengan status zona oranye sebanyak delapan kelurahan karena memiliki kasus aktif COVID-19 dengan jumlah kasus aktif sebanyak 6-10 kasus.

Selain itu untuk kelurahan yang status zona merah di Kota Kupang dengan jumlah kasus aktif COVID-19 di atas 10 kasus ada 25 kelurahan.

Dilansir dari Antara, Pemerintah Kota Kupang mencatat ada lima kelurahan di ibu kota provinsi berbasis kepulauan ini yang memiliki kasus COVID-19 terbesar yaitu Kelurahan Liliba dengan jumlah kasus 824 kasus dan sembuh 800 orang dan meninggal dunia 11 orang, Kelurahan Oebobo degan 754 kasus dan sembuh 703 orang serta meninggal dunia 17 orang.

Selain itu, Kelurahan Oebufu terdapat 750 kasus dengan jumlah kesembuhan 718 orang dan meninggal dunia 10 orang, Kelurahan Sikumana terdapat 743 orang terkonfirmasi positif COVID-19 dengan jumlah pasien sembuh 690 orang dan meninggal dunia 16 orang,

Sedangkan Kelurahan Kelapa Lima terdapat 651 orang warga yang terpapar COVID-19 dengan jumlah kesembuhan mencapai 604 orang dan yang meninggal dunia karena terpapar virus Corona mencapai 14 orang.

Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man mengatakan sekalipun sudah ada kelurahan yang zona hijau namun penerapan aturan PPKM Level IV masih berlaku karena Kota Kupang masih tinggi dengan kasus COVID-19.

Baca Juga:  Webinar PIKI, Wali Kota Jeriko Bicara Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi

“Protokol kesehatan harus terus dilakukan. Kita jangan terlena dengan penurunan jumlah kasus karena daerah ini masih tinggi dengan kasus COVID-19,” tegasnya. (*/ant/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed