oleh

Data Penderita Covid-19 di NTT yang Jalani Isoman Harus Faktual

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Rumah sakit rujukan covid-19 di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah hampir penuh. Bahkan ada rumah sakit yang tidak bisa lagi menampung penderita covid.

Dengan demikian, ada penderita covid yang dianjurkan menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing. Terlebih mereka yang positif tanpa gejala dan tanpa kormobid atau penyakit penyerta.

Iklan Dimonium Air

Terkait persoalan ini, Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus H. Takandewa meminta satuan gugus tugas penanganan covid untuk tetap berkoordinasi dan melakukan pemetaan serta pendataan. Sebab di masa pandemi, satgas covid-19 harus bergerak dengan data yang akurat dan dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Yang dianjurkan menjalani isolasi mandiri biasanya pasien positif tanpa gejala atau dengan gejalanya ringan dan tidak disertai penyakit bawaan. Tapi ada juga atas kemauan sendiri karena fobia dengan rumah sakit,” sebut Yunus saat diwawancara wartawan di Sekretariat DPD PDI Perjuangan NTT, Sabtu (23/1/2021).

BACA JUGA: Tidak Taat Perwali, Satgas Covid-19 Tutup Toko Rukun Jaya dan Sejumlah Warung

“Kami berharap data keseluruhan pasien covid yang menjalani isolasi mandiri harus faktual, sehingga proses 3T (testing, tracing, treatment) bisa efektif,” sambung Yunus yang juga adalah Sekretaris DPD PDIP NTT.

Menurut Yunus, pihaknya mengkhawatirkan jika selama ini ada pasien covid yang menjalani isolasi mandiri sama sekali tidak tersentuh dengan pelayanan dari petugas kesehatan. “Paling tidak kondisi kesehatan mereka juga dipantau secara berkala oleh petugas kesehatan di puskesmas terdekat. Jika tidak ada perhatian, bisa jadi mereka menjadi tambah beban,” katanya.

Yunus juga mempertanyakan soal pengawasan terhadap penderita covid yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Sebab di daerah lain, pengawasan juga melibatkan gugus tugas RT/RW, sehingga meminimalisir pelanggaran selama proses isolasi mandiri. (rnc09)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed