oleh

Di Pilkada 2020, Ada 106 Juta Lebih Pemilih dan 304 Ribu TPS

Sabun Herbal Cyrus

Jakarta, RNC – Ketua KPU Arief Budiman mengungkapkan data-data yang berkaitan dengan Pilkada 2020, mulai anggaran, jumlah pemilih, TPS, hingga kebutuhan peralatan untuk mendukung penerapan protokol kesehatan. Data terbaru yang diterima KPU, jumlah pemilih dalam Pilkada 2020 lebih dari 106 juta.

Dilansir dari detikcom, Arief awalnya mengungkapkan mengenai kebijakan-kebijakan yang harus ditindaklanjuti oleh KPU daerah. Kemudian, dia mengungkapkan bahwa dari total anggaran Rp 9,9 triliun untuk Pilkada 2020, Rp 4,1 triliun sudah ditransfer ke kas KPU di daerah.

BACA JUGA: Tahapan Pilkada Dilanjutkan 15 Juni, Bagaimana Kesiapan Penyelenggara di NTT?

“Ada dua kebijakan yang harus ditindaklanjuti oleh KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota. Pertama, melakukan regrouping atau perubahan data TPS menjadi maksimal 500 pemilih per TPS,” kata Arief dalam rapat dengan Komisi II DPR RI yang disiarkan langsung di YouTube, Kamis (11/6/2020).

“Ini data anggaran yang telah ditandatangani oleh KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota di 270 daerah ditandatangani bersama dengan pemerintah daerah. Jadi total anggaran yang sudah ditandatangani Rp 9,9 triliun. Total yang sudah ditransfer itu Rp 4,1 triliun, sehingga yang belum ditransfer atau ada di kas daerah itu Rp 5,8 triliun,” imbuhnya.

Arief menuturkan jumlah pemilih dalam Pilkada 2020 lebih dari 106 juta. Sedangkan jumlah TPS-nya lebih dari 304 ribu.

“Jumlah pemilih, data terakhir di-update per 9 Juni 2020, sebanyak 106 juta lebih pemilih (106.774.112 orang). Kemudian jumlah TPS dengan menggunakan batasan maksimal 500 pemilih per TPS, data terbaru yang kami terima itu sejumlah 304.927 TPS,” ungkap Arief.

kebutuhan APD
Daftar kebutuhan APD oleh KPU saat Pilkada 2020. (Screenshot Youtube DPR).

Pilkada 2020 akan digelar dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19). Karena itu, Arief menyebut pihak penyelenggara membutuhkan peralatan-peralatan untuk mendukung penerapan protokol kesehatan tersebut.

“Ini jumlah item yang dibutuhkan. Masker kain 13 juta lembar lebih, untuk masker kain. Kemudian masker sekali pakai untuk petugas KPPS itu 304.927 boks. Jadi kami berikan per TPS itu 2 boks. Kemudian masker sekali pakai cadangan untuk pemilih di TPS, itu juga sebanyak 609.854 boks. Kemudian hand sanitizer, disinfektan, dan seterusnya itu sebagaimana tercantum dalam tabel ini,” papar Arief.

Sebelumnya, KPU akan menyiapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 pada setiap tahapan Pilkada 2020. KPU juga akan menyiapkan protokol new normal di TPS di hari pencoblosan.

BACA JUGA: Tahapan Pilkada 2020 Dilanjutkan, Ini 6 Jagoan Partai Nasdem

Arief mengatakan setiap petugas nantinya juga dibekali vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah tertular COVID-19. Nantinya petugas yang bertugas di TPS harus memakai masker sejak dari rumah hingga di TPS.

“Protokol new normal di TPS. Nah, ini khusus yang untuk di TPS, menggunakan masker sejak dari rumah. KPU juga menganggarkan penyediaan masker bagi pemilih, mencuci tangan dengan sabun cair pada tempat yang disiapkan. Jadi di setiap TPS itu ada gentong berisi air dan sabun cair. Dilarang bersalaman, dilarang berdekatan di antara pemilih,” kata Arief dalam diskusi daring, Kamis (11/6).

(zak/elz/dtc/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed