oleh

Dipercayakan Sebagai Komut PT Asabri, Tugas Berat Menanti Fary Francis

Sabun Herbal Cyrus

Kupang, RNC – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali merombak jajaran pengurus PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero). Pada Mei 2019 lalu, Menteri BUMN selaku Rapat Umum Pemegang Saham PT Asabri melakukan pemberhentian dan pengangkatan anggota Dewan Komisaris.

Berdasarkan Salinan Keputusan (SK) Menteri BUMN Nomor 89/MBU/05/2019, Laksamana Madya TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf diangkat sebagai Komisaris Utama. Keputusan tersebut mulai berlaku sejak ditetapkan pada tanggal 7 Mei 2019. Namun, pada Rabu (29/7/2020) kemarin, Menteri BUMN kembali melakukan pemberhentian dan pengangkatan anggota Dewan Komisaris.

Dalam perombakan kali ini, Fary Djemy Francis ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Asabri menggantikan Didit Herdiawan, sekaligus merangkap sebagai Komisaris Independen. Kini tugas berat menanti Fary Francis. Sebab BUMN yang bergerak di bidang asuransi sosial tersebut tengah dirundung berbagai persoalan.

Melalui akun facebook-nya, Fary Francis menyampaikan terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepadanya. “Terima kasih ini ditujukan kepada Menteri Pertahanan, Bapak Prabowo Subianto, Menteri BUMN, Bapak Erick Tohir, dan Presiden RI Bapak Jokowi,” ujar mantan Ketua Komisi V DPR RI itu.

Bagi Fary, kepercayaan tersebut adalah amanah sekaligus challenge. Amanah karena dia diberi penugasan untuk melayani bangsa dan negara. Namun, penugasan ini juga merupakan challenge karena dia diberi kepercayaan sebagai Komisaris Utama di kala PT Asabri sedang dililit berbagai persoalan dan kehilangan trust (kepercayaan) di mata publik.

Politisi Partai Gerindra itu juga mengaku mendapat arahan singkat dari Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan. Pertama; Memastikan bahwa pelayanan claim nasabah Asabri khususnya para prajurit dan pensiunan TNI/Polri dapat terlayani dengan baik dan memastikan uang mereka aman. Kedua; Berbagai permasalahan akhir-akhir ini yang menimpa PT Asabri memang telah menghilangkan trust publik. Mereka (jajaran pengurus, red) diminta untuk bekerja keras membangun kepercayaan publik, serta mengedepankan good govenance dan menegakan kembali prinsip kehati-hatian. Ketiga; Memastikan aset-aset PT Asabri dalam kondisi aman dan dapat dikelola secara baik dan benar untuk kepentingan perusahaan maupun para nasabah.

“Dalam waktu secepatnya, setelah mendapatkan kepercayaan ini, kami segera mempelajari dan mengkaji lebih dalam berbagai dinamika dan persoalan terkait PT Asabri, dan segera kami laporkan ke Menteri Pertahanan dan Menteri BUMN untuk mendapatkan arahan lebih lanjut,” sebut Fary.

Mantan anggota DPR RI dua periode itu juga memohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat serta semua pihak terkait agar dapat menjalankan kepercayaan ini dengan sebaik-baiknya. Melayani rakyat, bangsa dan negara melalui PT Asabri.

Untuk diketahui, kasus Asabri mencuat setelah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD pada awal Januari lalu menyoal dugaan kasus korupsi Asabri. Mahfud menduga ada korupsi hingga Rp 10 triliun dari yayasan yang dikumpulkan dari para prajurit TNI itu. (rnc09)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed