oleh

Dukung Smart City, BI Ciptakan Aplikasi QRIS untuk UMKM Kota Kupang

Iklan Demokrat

Kupang, RNC – Bank Indonesia Perwakilan NTT bersama Pemerintah Kota Kupang melakukan sosialisasi dan launching QR Code Indonesian Standards (QRIS) untuk para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Pusat Oleh-Oleh NTT C&A Sentra UKM, Jalan Frans Seda, Selasa (10/03/2020) siang.

Kepala Kantor Perwakilan BI NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, menyampaikan sejak 17 Agustus 2019, BI sudah melaunching QR Code Indonesian Standards (QRIS). Program ini guna merespon penggunaan digitalisasi yang semakin berkembang di era modern ini.

Iklan Dimonium Air

Ia menjelaskan penerapan QRIS pada UMKM sangat dibutuhkan karena UMKM memiliki struktur kuat, walaupun terdapat berbagai kendala namun tetap berjalan. Oleh karena itu, apabila usaha tersebut dapat diakumulasikan maka sangat luar biasa pengaruhnya terhadap perkembangan ekonomi.

Nyoman menambahkan pada tahun 2019, BI telah menerapkan QRIS pada 10 UMKM di NTT. Sementara pada tahun 2020 ini diharapkan dapat memenuhi 50 sampai 100 UMKM, termasuk di Kota Kupang. BI juga akan memberikan pelatihan-pelatihan guna menciptakan UMKM yang modern di era digital ini.

“Jadi ini akan mendorong para pelaku UMKM. Semua pendapatan akan tercatat kemudian akan ditawar berapa total pendapatannya sehingga bank itu segera melakukan analisa apabila ada pelaku usaha yang ingin melakukan kredit usaha. Dengan semakin banyak UMKM yang diakomodir maka perekonomian akan semakin maju, kemiskinan akan berkurang,” kata Nyoman.

Plt. Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata mewakili Wali Kota Kupang Dr. Jefri Riwu Kore mengatakan Kota Kupang merupakan salah satu kota di Indonesia timur yang bergabung dalam Smart City. Oleh karena itu dengan semboyan “Ayo Berubah” menjadi semangat baru baik dalam masyarakat maupun pemerintah untuk mewujudkan kehidupan yang smart.

Baca Juga:  Usai Dihantam Seroja dan Covid-19, UMKM di Pantai Warna Oesapa Kini Bangkit Kembali

Oleh karena itu, Pemkot mendukung penerapan QRIS bagi berkembangnya UMKM. Salah satu alasannya adalah selama ini pemkot juga telah membuat kebijakan transaksi nontunai untuk para pelaku usaha. Ini juga merupakan program pemerintah pusat yang ditindaklanjuti pemkot.

“Berbicara mengenai Smart City bukan saja Smart People, namun juga seluruh proses harus smart berikut di Kota Kupang sementara bergerak dengan semboyan “Ayo Berubah”. Berubah seperti dalam transaksi ekonomi yakni dari tunai menjadi nontunai,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan diberlakukannya transaksi digital maka menjadi terobosan baru untuk mengembangkan ekonomi Kota Kupang. Apalagi saat ini di lingkup pemkot sendiri sudah menggunakan sistem scan code seperti QRIS ini.

“Kenapa kita lakukan begini, karena dengan transaksi nontunai seperti QRIS ini, bapak/ibu tidak perlu takut punya uang banyak. Tidak perlu pikirkan ada uang palsu dan dengan adanya kode ini kita tidak perlu lagi menggunakan kartu kredit, namun cukup men-scan kode ini dari aplikasi di handphone dan sudah bisa dipergunakan,” pungkasnya. (rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. Bantu UKM propinsi yang saya kasi masuk dari bulan agustus juga belum keluar sampai sekarang kendalanya di apa.bapa/ibu pimpinan tolong kami punya belum keluar.apakah prosesnya lama atau kah kami punya tidak dapat

  2. Bantu UKM propinsi yang saya kasi masuk dari bulan agustus juga belum keluar sampai sekarang kendalanya di apa.bapa/ibu pimpinan tolong kami punya belum keluar.apakah prosesnya lama atau kah kami punya tidak dapat.apakah

  3. Terkendala oleh covid19 hasil pengasilan kami menurun dan tidak dapat usaha tolong di perhatikan saya dari kel.lasiana RT28/RW07 bimoupu.Kec.kelapa lima.kota kupang.untuk betul betul di perhatikan.Terima kasih

News Feed