oleh

GMNI Nagekeo Sebut Penikaman Kepsek Tamparan Keras bagi Dunia Pendidikan

Iklan Covid Walikota Kupang

Mbay, RNC – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Nagekeo menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya Kepala SDI Ndora, Delfiana Azi, korban penikaman oleh orang tua murid pada 8 Juni 2021 lalu.

GMNI Nagekeo secara organisatoris mengecam tindakan brutal orangtua murid yang menempuh jalan pintas dengan melakukan penganiayaan terhadap kepala sekolah yang berujung maut. Padahal masalahnya sepele, hanya karena anaknya diusir pihak sekolah karena belum membayar iuran komite sekolah.

Iklan Dimonium Air

GMNI Nagekeo melihat kasus ini sebagai sebuah tamparan keras terhadap realita dunia pendidikan di Kabupaten Nagekeo. Ketua GMNI Cabang Nagekeo, Petrus Fua Betu Tenda mengatakan perilaku mengusir atau memulangkan siswa ketika hendak mengikuti ujian dengan alasan iuran sekolah sudah menjadi tradisi bagi semua lembaga pendidikan di Kabupaten Nagekeo.

Menurut Petrus, meski hal tersebut dianggap paling manjur agar mendesak orang tua segera melunasi biaya pendidikan namun tidak bisa dibenarkan dengan dalil apapun.

Petrus menyebutkan, hal tersebutlah yang dinilai jadi pemicu munculnya konflik antara orangtua dan pihak sekolah. Kata dia, alangkah bijaknya sekolah menggunakan cara lain yang lebih elegan dengan membuat kebijakan misalnya menahan rapor atau mengharuskan membayar tunggakan pendidikan saat pendaftaran ulang pada tahun pelajaran berikutnya tanpa harus menunggu di tikungan saat anak hendak mengikuti ujian sekolah.

Petrus menjelaskan, yang menjadi catatan adalah perihal iuran sekolah sudah menjadi tanggungjawab orangtua untuk melunasi biaya pendidikan anaknya. Anak memiliki hak mendapatkan pelayanan pendidikan yang layak, termasuk mengikuti ujian sekolahnya.

“Secara sederhana adalah urusan iuran sekolah adalah urusan orang tua sehingga, memulangkan anak saat hendak mengikuti ujian di sekolah dipandang bukan merupakan pilihan bijak pihak sekolah karena dinilai berpengaruh pula terhadap psikologi muridnya,” katanya.

Baca Juga:  Waket DPRD Nagekeo: Edukasi Prokes Covid Harus Ditingkatkan

GMNI Nagekeo juga menyatakan tindakan brutal orangtua murid yang melakukan penikaman terhadap kepala sekolah juga tidak bisa dibenarkan dan dianggap wajar dengan alasan apapun.

“Guru adalah pahlawan pendidikan yang mestinya dijamin hak hidupnya, diperlakukan baik dan mendapat pembelaan dan perlindungan. Maka, GMNI Nagekeo, mengutuk keras tindakan premanisme terhadap kaum pendidik dan para guru dan mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) agar segera melakukan proses hukum terhadap pelaku,” demikian pendapat GMNI.

(rnc15)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed