oleh

Gubernur VBL Dukung Kejati Usut Kasus Kredit Macet di Bank NTT

Kupang, RNC – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mendukung penuh langkah Kejaksaan Tinggi (Kejati) dalam penanganan kasus kredit macet di Bank NTT Cabang Surabaya. Gubernur yang juga Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank NTT menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

BACA JUGA: 7 Debitur jadi Tersangka Kredit Macet Rp 126 M, Amos Corputty Beber Kasus Lain di Bank NTT

“Gubernur memberikan apresiasi yang tinggi atas kinerja kejaksaan dalam penanganan kasus di Bank NTT. Terima kasih kepada pak Kajati dan jajarannya atas kerja kerasnya dalam menangani masalah ini,” kata Gubernur VBL melalui Kepala Biro Humas dan Protokol NTT, Jelamu Ardu Marius saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di kantor Kejaksaan Tinggi NTT, Rabu (24/6).

Didampingi Abdul Hakim selaku Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasie Penkum) Kejati NTT, Marius mengungkapkan, walaupun Gubernur NTT sedang melakukan kunjungan kerja ke Flores, namun Gubernur tetap memantau perkembangan di seluruh NTT. Termasuk kinerja Kejati yang berhasil mengamankan uang Bank NTT dari debitur.

“Mudah-mudahan kerja keras ini lebih ditingkatkatkan ke depan untuk membangun NTT yang bebas korupsi. Mimpi gubernur dan wakil gubernur adalah NTT akan jadi provinsi maju di mana semua komponen masyarakat baik ASN,TNI-Polri, kejaksan dan semua komponen masyarakat lainnya bekerja sama,” jelas mantan Kadis Pariwisata tersebut.

Lebih lanjut, Marius mengungkapkan Gubernur VBL memberikan perhatian besar terhadap kasus Bank NTT karena pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/Kota se-NTT adalah pemegang saham terbesar. “Ini juga pesan moral kepada seluruh masyarakat, mari kita membangun NTT dengan akuntabilitas, dengan transparansi yang tinggi dengan menghilangkan korupsi,” jelas Marius.

Terhadap pengusutan kasus kredit macet di Bank NTT ini, Marius mengungkapkan Pemerintah Provinsi  menyerahkan penyelesaian kasus tersebut  sepenuhnya kepada aparat penegak hukum sesuai mekanisme yang ditetapkan. “Gubernur tidak akan mengintervensi kasus ini. Sudah ada protapnya, presiden saja tidak mengintervensi hukum. Kita percayakan saja pada bapak-bapak jaksa,”ungkap Marius menjawab pertanyaan wartawan soal sikap pemerintah provinsi terhadap kasus ini.

Marius menjelaskan, upaya penegakan hukum tersebut merupakan langkah maju agar Bank NTT semakin dipercaya oleh publik. “Tentu kita harapkan Bank NTT ke depannya menjadi bank yang akuntabel. Kita lihat berdasarkan statement OJK (Otoritas Jasa Keuangan) bahwa rasio kredit macet tidak boleh lebih dari 5 persen. Sementara Bank NTT kredit macetnya 4,2 persen. Itu berarti bank ini masih sehat. Karena itu masyarakat tidak perlu ragu dan kuatir simpan uang di Bank NTT,” ujar Marius.

BACA JUGA: Kredit Macet Bank NTT 4 Persen, VBL: Itu Tanda Berbahaya

Sementara Kasie Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim menyampaikan terima kasih atas apresiasi dari Pemerintah Provinsi terhadap kerja keras Kejati NTT. Menurutnya, selain uang yang disita, Kejati juga mengamankan beberapa aset milik tersangka. Untuk sementara total keseluruhan yang bisa diselamatkan kurang lebih 100 miliar rupiah. “Masih sisa Rp 26 miliar lebih karena kredit macet yang terjadi kurang lebih Rp 126 miliar lebih,” jelas Abdul Hakim.

Dia menginformasikan juga bahwa untuk menghindari  kejadian serupa di kemudian hari pada Bank NTT, maka pihak kejati akan melakukan upaya pengawasan dan pencegahan. “Kajati berpesan mungkin setelah ini tim Datun (Perdata dan Tata Usaha Negara) akan dilibatkan untuk membenahi Bank NTT guna memberikan pertimbangan hukum dan lain-lain. Jangan sampai terjadi lagi kejadian seperti ini,” ungkapnya. (*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed