oleh

Hampir Dapat Temuan Penting soal Virus Corona, Peneliti AS Dibunuh

Jakarta, RNC - Seorang peneliti virus Corona COVID-19 di Amerika Serikat (AS), Profesor Bing Liu (37), ditemukan tewas dengan luka tembak di rumahnya. Polisi menyebut kemungkinan ini kasus pembunuhan-bunuh diri karena ada satu jenazah lagi yang ditemukan tak jauh dari lokasi.

Kematian Profesor Liu menimbulkan berbagai teori liar di media sosial. Ada yang menyebut Liu dibunuh karena keturunan China. Ada juga yang menyebut ia dibunuh karena pekerjaannya akan mengungkap misteri virus Corona.

Iklan Dimonium Air

Polisi mengaku tidak menemukan bukti bahwa pembunuhan Liu terkait penelitian virus Corona. Detektif menyebut ada kemungkinan insiden dilatarbelakangi masalah asmara.

“Tidak ada indikasi juga ia jadi target pembunuhan karena keturunan China,” kata detektif Brian Kohlhepp seperti dikutip dari CNN, Kamis (7/5/2026).

Liu adalah seorang warga China yang menyelesaikan pendidikan tinggi di Singapura sebelum mulai melakukan penelitian di AS. Ia bekerja sama dengan ahli biologi dan klinisi di University of Pittsburgh mempelajar sistem imun manusia.

University of Pittsburgh mengeluarkan pernyataan belasungkawa atas meninggalnya Liu. Rekan-rekannya berjanji akan meneruskan penelitian Liu sebagai bentuk penghormatan terakhir.

“Bing hampir mendapat temuan signifikan terkait mekanisme dari infeksi SARS-COV-2 dan dasar selular komplikasi yang biasa mengikuti,” tulis pihak kampus. (fds/dtc/rnc)

  • 827
    Shares
Baca Juga:  Pengacara Senior Ini Minta Polda Jangan Buru-buru Limpahkan Kasus Penkase ke Jaksa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed