oleh

Jadi Tersangka, IRT yang Bunuh Suami di TTS Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

SoE, RNC – Huriana Litik (51), ibu rumah tangga (IRT) pelaku penganiayaan berat yang menyebabkan suaminya tewas dengan sejumlah luka ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Ia terancam hukuman 15 tahun penjara.

Sejak Jumat (12/11/2021), Huriana sudah ditahan di Rutan Polres Timor Tengah Selatan (TTS) menunggu proses hukum lebih lanjut.

Iklan Dimonium Air

“Pelaku ditahan dan sudah diperiksa penyidik,” ujar Kapolres TTS, AKBP Andre Librian, SIK, Sabtu (13/11/2021) melansir digtara.com.

Penyidik juga menjerat tersangka dengan pasal 338 KUHP. Huriana pun terancam hukuman 15 tahun penjara sesuai ketentuan dalam pasal tersebut.

“Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain, dihukum, karena makar mati, dengan hukuman penjara selama-lamanya lima belas tahun,” demikian bunyi pasal 338 KUHP yang dikenakan kepada tersangka.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sakit hati dengan korban.
“Diduga motif nya sakit hati karena suaminya (korban) sering berhubungan dengan perempuan lain,” tandas Kapolres TTS, AKBP Andre Librian, SIK.

Polisi sudah memeriksa saksi-saksi dan mengamankan barang bukti.
Kasus pembunuhan ini terjadi di kamar tidur di rumah korban dan pelaku di Besanaek, RT 25/RW 11, Dusun III, Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Kasus pembunuhan ini terjadi di rumah korban di Besanaek, RT 25/RW 11, Dusun III, Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Soleman CH Manaka (58) tewas dibantai istrinya Huriana Litik (51) menggunakan parang. Korban mengalami luka parah pada beberapa bagian tubuhnya.

Yustus Manaka (31), anak keempat korban dan pelaku, mengaku kalau pada Kamis (11/11/2021) malam sekitar pukul 19.00 Wita, ia pulang dari tempatnya bekerja sebagai sopir. Ia melihat pintu depan dan pintu belakang rumah dalam keadaan terkunci dari dalam rumah.

Baca Juga:  Puluhan Lansia di TTU Tertipu hingga Miliaran Rupiah, Ini Modusnya

Yustus memaksa membuka pintu depan sehingga ia bisa masuk. Setelah masuk, ia mendapati korban dan pelaku berada di dalam kamar.

Yustus mengaku mendengar suara pelaku berteriak-teriak dan terdengar bunyi benda yang sangat keras seperti sedang memotong.
Yustus kemudian memanggil nama ayahnya namun tidak menjawab panggilannya.

Yustus berlari keluar rumah menuju rumah kakak ayahnya, Yusuf Manaka. Saat itu ia bertemu kerabatnya Yerus Manaka. Lalu keduanya bersama-sama kembali ke rumah korban dan memanggil nama pelaku. Namun pelaku diam. Juga tidak keluar dari kamar.

Beberapa saat kemudian, pelaku berkata dari dalam kamar bahwa ia telah membunuh korban. Mendengar perkataan dan pengakuan pelaku, Yustus dan Yerus pun keluar dari rumah dan mencari bantuan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres TTS.

Kapolres TTS, AKBP Andre Librian, SIK melalui Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Mahdi Ibrahim, SH mengaku kalau setelah mendapat informasi tersebut, Unit Identifikasi Polres TTS langsung menuju ke TKP.

Saat tiba di TKP, polisi mendapati pelaku masih memegang parang dan berada di dalam kamar. Anggota piket SPKT Polres TTS dibantu oleh masyarakat setempat berusaha menenangkan pelaku kemudian diamankan di Polres TTS.

Saat polisi melakukan olah TKP, ditemukan korban dalam posisi tidur menyamping di atas spring bed. Posisi tangan kiri terlipat di belakang dan terdapat luka robek pada pergelangan tangan.

Tangan kanan terlipat di depan dada serta posisi kaki kiri terlipat membentuk 90 derajat di atas kaki kanan, sedangkan kaki kanan lurus di bawah kaki kiri. Pada sekitar kepala korban berhamburan otak bercampur darah. Posisi celana korban melorot hingga bagian paha.

Di kamar tersebut ditemukan 1 buah parang. Parang tersebut berlumuran darah. Ada rambut yang tertempel di parang. Saat ditemukan, korban mengenakan jaket hitam merk Thrasher, baju kaos putih lengan pendek, jeans berwarna biru kusam, celana pendek berwarna merah muda.

Baca Juga:  Adegan 18: Randy Minta Bantuan 2 Orang, Sebut Gali Lubang untuk Kubur Anjing

Polisi menemukan luka pada tubuh korban yakni luka menganga pada kepala dari bagian belakang hingga pipi bagian kiri. Luka robek pada bibir bagian bawah, luka robek pada dagu. Sementara telinga kiri tidak dapat diidentifikasi karena mengalami luka tidak beraturan.

Ada pula luka robek pada bahu kiri serta luka robek pada tangan kiri yaitu pada pergelangan tangan (nyaris putus), dan 2 luka robek dekat pergelangan tangan kiri bagian atas.

Selain itu luka robek pada jari telunjuk kiri (nyaris putus), luka robek pada perut bagian kiri, luka robek pada pinggul bagian belakang kiri, luka robek pada pinggang kiri, luka robek pada telapak kaki kiri bagian luar.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter RSUD SoE maka disimpulkan bahwa diduga kuat korban meninggal dunia akibat luka pada kepala (cidera otak berat) sehingga mengakibatkan korban banyak mengeluarkan darah (perdarahan),” ujar Kasat Reskrim Polres TTS.

Selanjutnya usai olah TKP dan visum, jenazah korban diserahkan kembali ke keluarga untuk dimakamkan. Polisi masih memeriksa intensif pelaku terkait motif pelaku membantai korban. Polisi sudah mengamankan barang bukti dan mengamankan korban di Polres TTS sambil menunggu proses hukum lebih lanjut. (*/dig/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed