oleh

Korban Bencana NTT 86 Meninggal 71 Hilang

Iklan Demokrat

Jakarta, RNC – Korban banjir bandang di NTT saat ini dikabarkan berjumlah 86 warga meninggal dan 71 orang masih dalam pencarian.

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan korban tewas berjumlah 86 orang. “Data sementara 86 korban meninggal,” ujar Risma dalam konferensi pers secara virtual, Senin (5/4/2021) dilansir dari rri.co.id.

Iklan Dimonium Air

Risma menyebut korban tewas paling banyak berada di Flores Timur, yakni 49 orang. Kemudian di Lembata 20 orang tewas. “Rincian saat ini dari Bima ada 2 jiwa, kemudian Flotim (Flores Timur) ada 49 jiwa, Alor ada 13, Lembata 20, dan Ende 2 jiwa,” ucapnya.

Secara keseluruhan, ada lima kabupaten dan satu kota yang berada di Nusa Tenggara Timur terkena imbas cuaca buruk.

Pertama, wilayah yang terkena dampak adalah sejumlah desa dan kecamatan yang berada di Kabupaten Flores Timur. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut ada delapan desa di empat kecamatan yang disapu banjir bandang.

BACA JUGA: Untuk Sementara 4.248 Jiwa jadi Korban Terdampak Banjir dan Angin Kencang di Kota Kupang

Kedelapan desa tersebut yaitu Desa Nelemadike dan Nelemawangi (Kecamatan Ile Boleng). Kemudian, Desa Waiburak dan Kelurahan Waiwerang (Kecamatan Adonara Timur), Desa Oyang Barang dan Pandai (Kecamatan Wotan Ulu Mado), dan Desa Duwanur, Waiwadan dan Daniboa (Kecamatan Adonara Barat).

Kedua yakni ada di Kabupaten Sumba Timur. Banjir terjadi di empat kecamatan yang ada di kabupaten ini, yaitu Kecamatan Kambera, Pandawai, Karera dan Wulawujelu. Ketiga yaitu Kota Kupang, yang merupakan ibu kota NTT juga dirundung bencana. Angin kencang disertai longsor, banjir rob, hingga gelombang pasang terjadi di wilayah ini.

Daerah selanjutnya atau keempat berada di Kabupaten Lembata. Beberapa lokasi terdampak yaitu Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur yang termasuk di dalamnya Desa Waowala, Tanjung Batu, Amakala, Jontona, Lamawolo dan Waimatan.

Baca Juga:  Waspada! BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di NTT Selama Dua Hari ke Depan

Wilayah terakhir yang mengalami bencana di NTT yakni berada di Kabupaten Malaka dan Ngada. Sejumlah akses di wilayah ini terputus dan terjadi pemadaman listrik hingga internet. (*/rri/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed