oleh

Jeriko: Kita Berterima Kasih, Pusat Bantu Air Bersih untuk Kota Kupang

Kupang, RNC – Langkah Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore mengatasi persoalan air bersih di Kota Kupang akan terjawab di tahun 2021. Proyek Kali Dendeng senilai Rp 389 miliar sudah dimulai dan terbagi dalam 2 tahap.

Selain itu, tahun depan proyek Air Sagu senilai Rp 75 miliar juga dimulai. Pemkot Kupang juga telah mengusulkan ke pemerintah pusat untuk pembangunan bendungan di kali Liliba.

Kepada awak media di Restoran Subasuka, Selasa (22/12/2020) lalu, menjelaskan proyek Kali Dendeng sudah dimulai dan akan selesai pada akhir tahun 2021. Proses untuk terealisasinya proyek ini memakan waktu cukup panjang. Dimulai dari pengusulan dan pendekatan dengan pemerintah pusat hingga dilakukan focus group discussion (FGD) lebih dari 10 kali. “Tim dari kementerian lakukan penelitian. Mereka tiga bulan tinggal di sini untuk teliti dan libatkan para ahli. Kemudian kita FGD lebih dari 10 kali. Ahli-ahli yang datang penelitian,” kata Jeriko.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kapasitas air di Dendeng mencapai 600 liter per detik. Namun yang akan diambil hanya 300 liter per detik. “Itu catatan ahli dari kementerian. Tiap kali penelitian dilakukan FGD,” ujarnya.

BACA JUGA: Pemprov NTT akan Pinjam Rp 1,5 Triliun di PT SMI untuk Jalan dan Air Bersih

Selain itu, Pemkot juga terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih dengan bekerja sama dengan para pemilik sumur bor. Sejumlah anggaran dialokasikan untuk kerja sama dengan pemilik sumur bor seperti di Oepura, Oesapa, Sinode GMIT dan beberapa gereja. “Misalnya dengan gereja kita kasih Rp 2.000 per liter per detik,” kata Jeriko.

Pemkot Kupang juga meminta bantuan pemerintah pusat untuk membangun bendungan Liliba. Pasalnya, bendungan Kolhua sudah tidak bisa diharapkan lagi karena keberatan warga. “Jadi kita usulkan untuk blok kali Liliba,” katanya.

Terkait adanya beberapa orang yang khawatir terhadap dampak lingkungan proyek Kali Dendeng, Jeriko mengatakan tidak ada persoalan karena para ahli sudah turun langsung lakukan penelitian. “Tidak perlu diragukan karena tidak mungkin kementerian asal-asalan. Mereka punya tim ahli. Kita berterima kasih karena pusat sudah bantu kita. Kalau hanya harap anggaran kita tidak akan cukup, sehingga kami terus berupaya mencari anggarannya di pusat,” jelas Jeriko. (rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed