oleh

Jonas Salean Langsung Ditahan

Kupang, RNC – Mantan Wali Kota Kupang, Jonas Salean resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejati NTT. Jonas pun langsung ditahan usai diperiksa, Kamis (22/10/2020) siang.

Jonas diperiksa penyidik sejak pukul 09.14 Wita. Ia hanya didampingi penasehat hukumnya Yanto Ekon. Usai diperiksa, pihak Kejati langsung mengumumkan status tersangka Jonas Salean.

Selanjutnya, Jonas langsung digiring ke mobil tahanan dan dibawa ke Rutan Penfui Kupang.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah pejabat mendapat jatah tanah dari Pemkot Kupang pada tahun 2017 lalu. Tanah tersebut dibagi-bagi oleh Wali Kota Kupang saat itu, Jonas Salean. Tanah yang dibagi-bagi ini pun akhirnya disita penyidik kejaksaan Agustus 2020 lalu.

Sejumlah pejabat yang namanya terpampang pada plang yang dipasang penyidik yakni mantan Wali Kota Kupang, Jonas Salean, Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Kristian Baitanu, mantan Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Marthinus Medah, dan sejumlah anggota DPRD Kota Kupang.

Selain itu, ada juga nama mantan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, Resdiana Salean Ndapamerang dan mantan Sekda Kota Kupang, Bernadus Benu.

Beberapa nama pejabat dan mantan pejabat Pemkot yang namanya terpampang di plang tersebut, yakni Djama Mila Meha, Orson Nawa, Johni Bire, Max D. Bunganawa, Desak Ketut Sri Wahyuni, Jefri Baitanu, Yanuar Dally, Jacob Laurens Tokoh, Yos Rera Beka, Thomas More dan beberapa pejabat lainnya.

Ada juga nama Yulius Tambengi, Indra Tambengi, Lukas Satrio, Evelin Manoraja, I Wayan Ari, Marsiana Halek, Maria Lay Radja, dan Yudi Sinlaeloe.

BACA JUGA: Jonas Salean dan Thomas More Resmi Tersangka Kasus Pengalihan Tanah Pemkot

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati NTT, Abdul Hakim mengatakan penyitaan tanah kavling ini dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Nomor Print-14/N.3/Fd.1/08/2020 tanggal 6 Agustus 2020 jo Surat Perintah Penyitaan Kajati NTT Nomor Print-136/N.3.5/Fd.1/08/2020 tanggal 6 Agustus 2020. Juga berdasarkan Surat Penetapan Izin Penyitaan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kupang Nomor 08/Pen/Pid.Sus/2020/Pn.Kpg tanggal 13 Agustus 2020.

Abdul menyebutkan, tanah yang disita tersebut ada empat blok yang di dalamnya sudah dibagi-bagi menjadi 39 kavling. “Semuanya ada 40 kavling. Tapi yang ada dalam empat blok ini, totalnya 39 kavling. Satu kavling di luar dari empat blok ini. Orang dari BPN yang lebih tahu letaknya,” sebut Abdul.

Dari 39 tanah kavling yang disita, lanjut Abdul, 35 kavling di antaranya sudah ada sertifikat atas nama pribadi (penerima tanah kavling). “Ada 27 sertifikat yang sudah berhasil disita penyidik. Kalau ada sertifikat atas nama pribadi, jelas ada pengalihan. Yang bagi siapa dan yang terima siapa, pasti teman-teman sudah tahu,” ujarnya.

(rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed