oleh

Yanuar Dally Mengaku Jonas Salean Tentukan Sendiri Nama-nama Penerima Tanah

Iklan Demokrat

Kupang, RNC – Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tatapem) Setda Kota Kupang, Yanuar Dally mengaku terdakwa Jonas Salean menentukan sendiri nama-nama yang mendapat jatah tanah dalam sidang di Pengadilan Tipikor Kupang, Senin (23/11/2020).

Sidang di Pengadilan Tipikor Kupang hari ini mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi. Pantauan RakyatNTT.com, saksi pertama yang diambil keterangan adalah Yanuar Dally.

Iklan Dimonium Air

Sidang dipimpin Hakim Ketua Dju Jonson Mira Manggi SH,MH, dan Hakim Anggota, Ari Prabowo SH,MH dan Ibnu Kholik. Dalam sidang tersebut, Yanuard mengatakan sejumlah nama yang mendapat jatah tanah kavling saat terdakwa Jonas Salean menjabat sebagai Wali Kota Kupang, ditentukan sendiri oleh Terdakwa Jonas Salean. Setelah menentukan nama-nama, kemudian diserahkan kepada dirinya untuk segera diproses surat keputusan wali kota.

Yanuar juga mengakui mendapatkan sebidang tanah dengan luas 500m². Dua stafnya juga mendapat tanah masing-masingnya 400 m². Sedangkan untuk urusan administrasi dibebani Rp 200.000. “Yang nenetukan Rp 200 ribu itu ada dalam putusan wali kota. Ada SK-nya,” kata Yanuar.

BACA JUGA: Kasus Tanah Pemkot, Herman Man Siap Beri Keterangan di Pengadilan jika Dipanggil

Namun, ia mengatakan, setelah ada temuan Badan Pengawas Keuangan (BPK) Provinsi NTT terkait tanah-tanah tersebut, Yanuar pun mengembalikan tanah itu pada tahun 2018 namun sudah bersertifikat atas nama dirinya.

Selanjutnya, kata Kadis Pariwisata Kota Kupang ini, pada tahun 2018 Pemkot mulai mengeluarkan imbauan agar semua tanah yang telah dibagi-bagikan segera dikembalikan. Imbauan ini disampaikan sejak 2018 sampai 2020. Namun ada yang belum dimkebalikan. Salah satu yakni Yohanis Lay bersama istrinya, karena tanah yang dimiliki sudah dijual.

Sementara itu, mantan Wali Kota Jonas Salean yang telah menjadi terdakwa, mengembalikan sejumlah tanah yang dimilikinya pada tahun 2020. “Setelah ditarik, kami berkoordinasi dengan BPN. Kemudian kami direkomendasikan untuk membuat surat penyerahan sukarela,” ungkap Yanuar.

Selain Yanuar, beberapa saksi lain yang akan memberikan keterangan hari ini yakni mantan Asisten I Yos Rera Beka, Plt. Kabag Tata Pemerintahan, Max Bunganawa, dan Jefry Baitanu. Saat berita ini diterbitkan, sidang masih sementara berlangsung.

(rnc04)

  • 451
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed