oleh

Kebijakan Mutasi Dikritik, Guru Malah Apresiasi Bupati Malaka

Betun, RNC – Pergantian atau pemindahan tugas kerja alias mutasi bagi aparat sipil negara (ASN), terkadang menuai protes. Namun tidak demikian dengan mutasi 97 guru ASN di lingkup Pemkab Malaka. Beberapa kalangan sempat mengkritisi kebijakan Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH, tersebut.

Tapi menariknya, saat audiens dengan ke – 97 guru yang mendapat Surat Perintah Tugas (SPT) mutasi dari tempat tugas sebelumnya, ke tempat tugas yang baru, kebijakan Bupati Simon Nahak itu malah mendapat apresiasi dari para guru. Mereka merasa senang, karena kini boleh mengajar di sekolah yang tak jauh dari rumah atau tempat tinggal mereka. “Ini baru demokrasi. Ada keadilan. Kami tidak terbebani lagi untuk pergi mengajar ke sekolah yang jauh dari rumah kami. Terima kasih bapak bupati, kami mengapresisasi kebijakan bapak,” ungkap para guru dalam rapat terbuka di Aula Kantor Bupati Malaka, Selasa (5/4/2022).

Seperti disaksikan media ini, Bupati Simon memberikan kesempatan kepada puluhan guru yang mutasi itu, untuk mengungkapkan persoalan atau permasalahan yang dihadapi, setelah SPT itu dikeluarkan Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Malaka. Adalah pimpinan PGRI tingkat kecamatan, Yohanes Mau Fahik, S.Ag. Mmp.d, yang juga Kepala SMA St. Albertus Agung Weleun, mengawali pertemuan itu. Dia mengaku, mutasi itu baik adanya demi penyegaran, pemerataan dan mendekatkan tempat tinggalnya dengan tempat tugasnya yang baru.

Tidak tanggung – tanggung, Yohanes mengungkapkan rasa bangganya kepada Bupati Simon Nahak, karena bersedia melakukan pertemuan terbuka dengan para guru. “Ini baru terjadi, seorang kepala wilayah di Kabupaten Malaka, mau berdiskusi dan mendengarkan satu sama lain, terkait polemik yang dihadapi 97 guru. Saya bangga dengan Pak Bupati,” koar Yohanes.

Sementara Nikolaus Bau, guru SD Welaus menambahkan, dirinya merasa bersyukur dengan kebijakan mutasi itu. “Saya bersyukur sekali, karena sudah lima tahun saya tugas di SD Nunfutu yang jauh di sana. Dan sekarang, saya sudah kembali jadi guru PJKO di SD Welaus, dekat rumah saya. Anak didik saya semangat dengan kepulangan saya. Jiwa kebapaan ini luar biasa, dan ini baru terjadi,” aku Nikolaus yang langsung mendapatan sambutan hangat dari para guru sambil bertepuk tangan.

Hal senada diungkapkan Yonatas Seran Suri, S.Pd. Ketua PGRI Kabupaten Malaka ini mengatakan, salah satu visi – misinya Bupati Simon Nahak dan Wakil Bupati Kim Taolin, adalah untuk kembalikan guru ke tempat asalnya, akhirnya terwujud. “Akhirnya pengembalian guru ke kampung halamannya masing – masing, bisa diwujudkan. Ini baru demokrasi dan makin terbuka. Mari kita sama – sama membenahi pendidikan di Malaka,” ujar Yonatas yang juga direspon tepuk tangan meriah para guru.

Bupati Simon Nahak yang ditemui RakyatNTT.com, usai pertemuan dengan para guru yang dimutasi menjelaskan, SPT terhadap 97 guru yang telah dikeluarkan Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Malaka, resmi dicabut. Karena itu, sambil mengabdi, para guru diminta menunggu SK defenitif.

“Surat perintah tugas itu kita cabut dan ditinjau kembali. Para guru kita tempatkan sesuai kebutuhan sekolah, dan kita pertimbangkan aspek kemanusian. Kita tidak mau, gara – gara kita buat SPT sepihak, lalu mereka tinggalkan istri atau suami. Contohnya dari Bolan ke Iokufeu, dilihat dari aspek kemanusian, itu tidak baik. Jadi, saya sudah perintahkan cabut SPT dan tinjau kembali,” tegas Bupati Simon. (rnc11)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *