oleh

Lousje Funay-Pellokila Resmi Ketua DWP Kota Kupang, Ini Harapan Pemkot

Kupang, RNC – Setelah beberapa bulan menjadu pelaksana tugas (Plt), Ny. Lousje Marlinda Funay-Pellokila resmi dilantik menjadi ketua definitif Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kupang. Istri Sekretaris Daerah Kota Kupang ini didaulat memimpin DWP Kota Kupang secara aklamasi pada Musyawarah Daerah IV di Aula Rumah Jabat Wali Kota, Jumat (16/10/2020) pagi.

Berdasarkan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Dharma Wanita Persatuan hasil Musyawarah Nasional tahun 2019, jabatan Ketua DWP adala ex officio istri Sekda definitif tanpa proses pemilihan dan ditandai dengan serah terima jabatan dari Ketua DWP periode sebelumnya kepada ketua DWP yang baru.

Musda IV itu dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang yang juga sebagai Penasehat DWP, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari Badan Pengurus DWP, Unsur Pelaksana dari perangkat daerah lingkup Pemkot Kupang. Turut hadir juga Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang yang juga Penasehat DWP, Elisabeth Man- Rengka.

BACA JUGA: Tahun Ini 145 Warga Kota Kupang Terima Bantuan Rumah Swadaya, Simak Penjelasan Wali Kota

Dalam sambutannya, Sekda Fahrensy Funay menyampaikan, Musda sebagai salah satu momen evaluasi internal tentang apa yang sudah dilakukan DWP Kota Kupang sebelumnya sehingga bisa menjadi acuan kedepan. Ini bertujuan mendukung program-program pemerintah yang tertuang dalam visi dan misi Pemkot saat ini.

Ia menambahkan, DWP memiliki peran penting dalam pembangunan Kota Kupang. Dengan demikian perlu bersama-sama menjaga citra baik Pemerintah Kota Kupang di mata masyarakat. “Selain berperan mendukung dan mendorong para suami memberikan kinerja terbaiknya, Dharma Wanita juga menjadi cermin para suami serta teladan bagi masyarakat,” tuturnya.

Oleh karena itu, Pemerintah perlu memberikan dukungan, baik secara moril maupun melalui kebijakan anggaran. Ini merupakan cara mengintervensi program-program kerja DWP yang mendukung visi-misi Pemkot Kupang.

Ia berharap dalam musda ini lahir ide-ide inovatif yang bisa disumbangkan untuk menyokong pembangunan Kota Kupang. Selain itu, bisa menggagas kegiatan-kegiatan kreatif seperti pelatihan-pelatihan yang bisa meningkatkan pemberdayaan ekonomi para anggota serta warga, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19. (*/pkp/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed