oleh

Kasus Jonas Salean sejak Awal Sudah jadi Atensi KPK

Kupang, RNC – Kasus bagi-bagi tanah kavling milik Pemkot Kupang yang menyeret mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean dilakukan pada tahun 2017. Kasus ini pun menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTT pada tahun 2018 lalu.

Karena belum ditindaklanjuti oleh Pemkot, pada tahun 2019 saat melakukan monitoring, KPK meminta agar semua aset milik pemerintah yang disalahgunakan mesti dikembalikan.

BACA JUGA: Jonas Salean dan Thomas More Resmi Tersangka Kasus Pengalihan Tanah Pemkot

“Kami sudah mengetahui adanya 150 kapling tanah aset milik pemerintah Kota Kupang yang telah dialihkan kepemilikannya kepada pihak lain, sehingga dapat menimbulkan kerugian negara,” kata Koordinator Wilayah VI Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Asep Rahmat, Rabu (28/8/2019) lalu di Kupang.

Saat itu, Asep memimpin tim KPK untuk melakukan monitoring terhadap upaya pencegaha korupsi di Kota Kupang. Ia mengatakan persoalan aset merupakan salah satu perhatian serius KPK karena pengalihat aset secara tidak prosedural dapat merugikan keuangan negara.

“Kami sudah dapatkan informasi dan ini juga menjadi perhatian BPK tentang adanya pengalihan aset kepada pihak ketiga dan bermasalah secara hukum, karena tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Kendati ada yang menilai proses seperti itu lazim dilakukan pada periode-periode sebelumnya, kami tidak membenarkan yang biasa, tetap kami membiasakan yang benar sesuai aturan hukum,” kata Asep.

BACA JUGA: Jonas Salean dan Thomas More Resmi Huni Rutan Kupang

Ia menambahkan jika ada aset pemerintah yang sedang dikuasai pihak ketiga di luar pemerintah, diupayakan untuk dikembalikan kepada pemerintah Kota Kupang. “Kami lakukan ini dalam konteks pencegahan korupsi. Kami minta kerja sama dari pihak ketiga untuk mengembalikan aset-aset itu secara baik,” katanya.

Ia juga menegaskan, jika pengembaliannya mengalami kendala tentu KPK melakukan tidakan sesuai aturan untuk pengembalian aset tersebut.
(rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed