oleh

Perangi Covid-19, Wali Kota Teteskan Air Mata hingga Marah Ada Warga tak Taat Prokes

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore sempat meneteskan air mata saat mengikuti rapat tentang pembahasan PP 2021 secara virtual. Ia meneteskan air mata ketika berbicara tentang masalah covid-19 yang kian melonjak di Kota Kupang dan NTT, yang hampir tiap hari menelan korban jiwa.

“Pak wali kota berbicara sampai menangis, membuat sebagian besar peserta persidangan juga turut meneteskan air mata,” kata Robert Toumeluk, lewat akun facebooknya yang diposting, Kamis (28/1/2021).

Iklan Dimonium Air

Menurutnya, pada hari pertama persidangan panitia menghadirkan 4 panelis yang membahas secara detail tentang covid-19 dan semua masalah yang sedang dihadapi masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya Kota kupang yang sedang berada dalam bahaya besar covid-19.

BACA JUGA: Data Covid-19 NTT 28 Januari: 4 Pasien Meninggal, 112 Positif

Dalam postingannya, ia mengisahkan pada hari ke-2 persidangan Wali Kota Kupang mengambil bagian dalam forum tersebut. Ketika berbicara tentang masalah covid-19 yang sedang terjadi di Kota Kupang dan sudah banyak korban meninggal, Wali Kota yang akrab disapa Jeriko ini berbicara sampai menangis. Ini membuat sebagian besar peserta juga turut meneteskan air mata. “Secara pribadi b salut dengan pak walikota. Sungguh pergumulan yg berat, ini menjadi beban kita semua. ini harus menjadi tanggung jawab kita semua,” tulis Robert.

Kamis (28/1/2021) malam, Wali Kota Jeriko memimpin apel persiapan operasi protokol kesehatan di berbagai titik di Kota Kupang. Ia juga turun langsung memimpin operasi tersebut. Bersama Satgas Covid-19, wali kota mendatangi titik-titik yang menjadi kerumunan, termasuk di pusat perbelanjaan, warung dan pusat bisnis lainnya.

Kepada pemilik usaha dan para pengunjung, Jeriko mengingatkan agar tidak boleh melanggaran edaran yang telah dikeluarkan Pemkot Kupang. Harus taat pada protokol kesehatan yang ditetapkan.

Baca Juga:  Data Covid-19 NTT 4 Mei: 106 Pasien Sembuh, 2 Meninggal, 38 Kasus Baru

Jeriko sempat geram dan mengeluarkan nada keras ketika ada penjual bakso di kawasan Kuanino yang tetap ngotot membuka warungnya hingga larut malam. Saat dicegat wali kota bersama Satgas, penjual ini masih sempat melawan dan membantah. Wali kota sempat memegang kerah baju sang penjual dan mengingatkan akan menutup usahanya jika masih melawan dan tidak peduli dengan keselamatan banyak orang. “Orang kasi ingat malah kamu melawan,” kata Jeriko.

BACA JUGA: Dua Hari Terakhir, Pasien Sembuh di Kota Kupang Sudah Lebih Banyak dari Positif

Wali kota Jeriko kepada awak media mengaku dirinya geram ketika masih ada pihak-pihak yang tidak patuh protokol kesehatan. Masih banyak pelaku bisnis yang nekat membuka toko dan warung hingga larut malam tanpa mengikuti aturan sesuai surat edaran yang dikeluarkan.

Padahal, menurutnya, ini adalah PPKM jilid II sehingga mesti lebih taat lagi terhadap prokes.
“Kita ingatkan agar patuhi imbauan dan protokol kesehatan, mereka acuh tak acuh. Saya sudah ingatkan ke semua petugas agar mengambil tindakan tegas jika ada yang masih melanggar aturan,” ujar mantan Anggota DPR RI 2 periode ini.

Ia menambahkan, dalam PPKM jilid II ini Pemkot Kupang berlaku keras terhadap siapapun yang masih melawan. Ini semata-mata untuk keselamatan banyak orang. (rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed