oleh

Puluhan Imigran Timur Tengah di Kupang Demo Minta Dipindahkan ke Negara Rujukan

Iklan Demokrat

Kupang, RNC – Puluhan imigran asal Timur Tengah menggelar aksi unjuk rasa di kantor International Organization For Migration (IOM) Kupang, NTT, Rabu (28/4/2021).

Dilansir dari digtara.com, mereka menuntut IOM untuk segera memberikan kepastian terkait negara ketiga atau rujukan yang aman dan nyaman bagi pengungsi.

Iklan Dimonium Air

Bahkan mereka menuding persoalan yang dihadapi ini sebagai lahan bisnis, bagi yang berkepentingan. “Kalau di penjara kita bebas dan bisa keluar tapi kita disini kita tidak tahu, tujuh tahun, sepuluh tahun, lima belas tahun, dua puluh tahun kita tidak pernah diproses. Mereka main-main sama kita saja, mereka main-main bisnis dari Jakarta sampai disini,” Kata Ali Kandari, imigran dari Afganistan, Rabu (28/4/2021).

Hal yang sama juga diungkapkan Kubra Hasani. Imigran asal Afganistan itu mengungkapkan, sudah satu tahun lebih IOM tidak pernah merespon keluhan mereka, dengan alasan pandemi covid-19.

“Sudah satu tahun lebih, tidak pernah ketemuketemu, tidak respon, tidak tanggung jawab. Kalo kita tanya selalu bilang selama covid tidak bisa omong, tidak bisa ketemu,” ujarnya.

BACA JUGA: Kapal Selam Milik Amerika Juga Pernah Hilang di Laut Bali

Kubra Hasani menyatakan, jika covid tidak hilang maka nasib mereka tidak akan pernah pasti. “Selama covid dan kita tunggu saja ini. Bagaiamana kalo covid tidak hilang? Lalu bagaiamana kita punya hidup kedepan? Harus mereka tanggung jawab,” jelas Kubra Hasani.

Kubra Hasani dan puluhan imigran lain hanya ingin secepatnya dipindahkan ke negara rujukan, sehingga mereka bisa memulai hidup normal dan nyaman, seperti manusia pada umumnya.

“Kita hanya mau untuk segera dipindahkan ke negara rujukan. Negara rujukan itu kami tidak tau dimana tapi yang pasti, negara yang aman bagi pengungsi seperti kami. Kita mau pindah dari Kupang,” pinta Kubra Hasani yang sedang menggendong anaknya.

Baca Juga:  Mesin Mati di Tengah Laut, 4 Orang Nelayan Kupang Nyaris Tenggelam

Aksi yang berlangsung kurang lebih 50 menit itu akhirnya bubar setelah pihak kepolisian dari Polres Kupang Kota berhasil membujuk puluhan imigran itu untuk kembali ke penginapan mereka.

(*/dig/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed