oleh

Kapal Selam Milik Amerika juga Pernah Hilang di Laut Bali

Iklan Demokrat

Jakarta, RNC – Meski sudah 76 tahun berlalu, tapi sampai saat ini tak seorang pun dari 84 tentara Amerika Serikat yang hilang bersama kapal selam militer USS Bullhead (SS-332) di perairan Laut Bali, yang ditemukan.

Pusat sejarah Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) dilansir VIVA Militer, Rabu 28 April 2021, tak pernah mengungkap dalam catatan sejarah tentang upaya pencarian awak USS Bullhead. Amerika hanya mencatat titik koordinat dugaan lokasi kapal selam itu raib.

Iklan Dimonium Air

Hilangnya USS Bulllhead di Laut Bali menjadi pukulan telak bagi Angkatan Laut Amerika, sebab walau saat itu walau baru berusia satu tahun sejak diluncurkan pada 16 Juli 1944, kapal selam yang dikomandani WT Griffith merupakan salah satu monster pembunuh yang paling ditakuti di Perang Dunia II.

Berdasarkan catatan Angkatan Laut Amerika, USS Bullhead merupakan armada kapal selam yang berada di bawah komando Teater Pasifik.

Dalam patroli pertamanya saja, USS Bullhead berhasil membombardir Pulau Pratas di Laut China. Ketika itu dengan ganasnya kapal selam kelas Balao itu menyerang dan menghancurkan instalasi komunikasi radio musuh.

Tak cuma itu, di saat bersamaan USS Bullhead berhasil menyelamatkan tiga penerbang pesawat pembom Amerika Serikat, B-29 Superfortress yang jatuh akibat ditembak dalam serangan udara ke Pulau Pratas.

Lalu dalam penugasan patroli keduanya, USS Bullhead semakin menjadi-jadi, dalam waktu Mei dan Juni 1945, kapal ini dikerahkan ke Teluk Siam dan Laut China Selatan. Dalam tugas patroli tersebut, USS Bullhead tercatat berhasil menenggelamkan dua kapal kargo, lalu kapal layar.

BACA JUGA: Ada Awan Mirip KRI Nanggala-402 saat Matahari Terbit di Pantai Sanur Bali

USS Bullhead juga menghancurkan kapal perang pemburu seberat 1.800 ton. Selain itu, USS Bullhead berhasil merusak dua kapal selam dan kapal barang bersenjata lengkap dengan torpedonya.

Namun, kejayaan USS Bullhead tak berlangsung lama, riwayat kapal selam yang diawaki 84 tentara Angkatan Laut Amerika Serikat itu akhirnya berakhir ketika akan melaksanakan operasi patroli ketiga di Laut Jawa.

Kertika itu USS Bullhead mendapatakan perintah untuk melakukan patroli ketiga bersama dua kapal selam Amerika. Patroli direncanakan akan dilaksanakan mulai 5 September 1945.

USS Bullhead bertolak dari pangkalan kapal selam Fremantle di Australia Barat pada 31 Juli 1945. Pada 6 Agustus 1945, pangkalan kapal selam Amerika mendapatkan laporan bahwa USS Bullhead telah berlayar melewati Selat Lombok.

Ternyata secara tak diduga, laporan itu merupakan kabar terakhir yang diterima pangkalan kapal selam Amerika dari USS Bullhead. Sebab setelah itu kapal selam 1.500 ton hingga 2.400 ton itu putus komunikasi.

Pada 12 Agustus 1945, dua kapal selam yang akan berpatroli bareng USS Bullhead berusaha berkomunikasi, sebab kedua kapal selam itu akan tiba pada 13 Agustus 1945 di medan operasi patroli di Laut Jawa. Sampai akhirnya pada 15 Agustus 1945, kapal selam tandem patroli USS Bullhead melaporkan tentang hilang kontaknya kapal selam itu ke pangkalan Amerika.

Angkatan Laut Amerika pun panik dan mencari tahu keberadaan USS Bullhead. Pencarian tak mudah bahkan dua kapal selam Inggris yang berlayar di jalur sama dengan Bullhead tidak menjumpainya.

Akhirnya Amerika menarik kesimpulan bahwa USS Bullhead telah tenggelam akibat serangan dari angkatan perang Kekaisaran Jepang. Amerika mencatat Bullhead telah diserang pesawat pembom Angkatan Darat Kekaisaran Jepang, Mitsubishi Ki-51 dari Skuadron Chutai Independen 73.

Hal itu juga sesuai dengan klaim dari Jepang bahwa telah melakukan dua serangan terhadap kapal selam Amerika Serikat di lepas pantai Bali. Bahkan disebutkan akibat serangan itu dalam hitungan menit USS Bullhead tenggelam ditandai dengan munculnya gelembung besar dan tumpahan minyak di lokasi serangan.

“Ditenggelamkan oleh pesawat Angkatan Darat Jepang (Chutai ke-73) di lepas pantai Bali di Laut Jawa, 6 Agustus 1945,” tulis pusat sejarah Amerika.

Atas hilang dan tenggelamnya USS Bullhead, Amerika menyatakan 84 awak kapal selam itu gugur dan Dalam Patroli Abadi atau On Eternal Patrol. (*/viv/rnc)

  • 216
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed