oleh

Review Babak Knock Out ETMC XXXI: Tim-tim Favorit Berguguran

TURNAMEN sepakbola terakbar NTT, El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXI telah menyelesaikan babak perempat final. Sebanyak 4 tim terbaik akan mulai bertarung di babak semifinal pada Minggu (25/9/2022) dan Senin (26/9/2022). Keempat tim ini bersaing untuk merebut juara I, II, III dan IV ETMC XXXI.

Babak perempat final usai dan 20 dari 24 tim telah tersingkir. Yang masih bertahan di 4 besar saat ini adalah tuan rumah Persebata Lembata, calon tuan rumah ETMC 2023 Perserond Rote Ndao, juara ETMC 2017 Perse Ende dan juara ETMC 2005 Persim Manggarai. Di babak 4 besar, Persebata Lembata akan menjamu Perserond Rote Ndao. Sedangkan Perse Ende berhadapan dengan Persim Manggarai.

banner BI FAST

Turnamen ETMC XXXI kali ini memang penuh kejutan. Kejutan sudah terjadi sejak babak penyisihan grup. Beberapa tim besar justru tak mampu lolos dari penyisihan grup. Sebut saja PSK Kabupaten Kupang, Persada SBD dan PSKN Kefamenanu. Tiga tim ini merupakan langganan ETMC, bahkan penah menjadi juara ETMC. PSK Kabupaten Kupang tercatat 6 kali menjadi juara ETMC.

persebata lembata
Tim Persebata Lembata

Sayangnya, di ETMC XXXI ini, PSK Kabupaten Kupang tergabung di grup neraka, yakni Grup E yang berisikan PSKK Kota Kupang, Perse Ende dan Persim Manggarai. Tiga tim ini lolos ke babak kncok out, sementara PSK angkat koper. Bahkan, Perse dan Persim kembali bertemu di babak semifinal.

Publik NTT terhenyak ketika tim-tim debutan dan medioker yang tak punya tradisi kuat di ETMC justru lolos dari fase grup, seperti Nirwana 04 Nagekeo, Persara Sabu Raijua, Kristal FC, Platina FC, Perserond Rote Ndao dan Persebata Lembata. Dari ke-6 tim ini, mungkin hanya Perserond yang punya prestasi lebih, yakni sudah 2 kali menjadi semifinalis ETMC. Persebata juga sekali menjadi semifinalis. Sisanya adalah tim pelengkap penggembira di ETMC.

Namun, di ETMC XXXI ini, tim-tim medioker ini justru membuat turnamen jadi lebih menarik. Mereka menghadirkan kejutan-kejutan besar. Tak hanya mengejutkan saat laga penyisihan, di babak 16 besar tim-tim ini juga memberi ancaman serius bagi tim-tim favorit juara.

Kejutan pertama datang dari tuan rumah Persebata Lembata. Persebata sukses mengirim pulang sang juara bertahan PS Malaka melalui adu tendangan penalti. Kejutan kedua, ketika Perserond Rote Ndao menghentikan laju satu-satunya wakil Sumba di 16 besar, yakni Persewa Waingapu. Persewa merupakan salah satu mantan juara ETMC.

Publik NTT juga kaget ketika PSN Ngada harus pamit lebih cepat dari ETMC XXXI karena kalah adu penalti dengan Persim Manggarai. Dan, terakhir, sang kuda hitam, Persara Sabu Raijua yang menghentikan langkah salah satu klub elit Kota Kupang, Platina FC.

Kejutan tak berhenti di situ. Di babak 8 besar, kejutan-kejutan kembali dilakukan tim-tim pendatang baru. Kejutan pertama terjadi dalam laga Persebata Lembata vs Persami Maumere. Banyak yang memprediksi langkah tuan rumah bakal berhenti di kaki tim Persami yang sudah 3 kali menjuarai ajang bergengsi ini.

Namun, prediksi meleset. Di luar dugaan, Persebata memberikan perlawanan seimbang. Bermain imbang 1-1 di babak normal hingga perpanjangan waktu, duel ini harus diselesaikan melalui adu tendangan penalti. Kalah 3-4, tim Persami pun harus pergi dari Bumi Sembur Paus.

Korban berikut dari keganasan tim kuda hitam, yakni PSKK Kota Kupang. Bertemu Perserond, banyak yang memprediksikan PSKK bakal melanjutkan trend positif di babak 16 besar, ketika menghajar Perss SoE 3-1. Namun, di luar dugaan, Perserond yang diasuh Coach Zeth Adoe sukses merusak permainan indah anak-anak Kota Kupang. Datang ke Lembata dengan semangat mempersiapkan diri menjadi tuan rumah ETMC 2023, anak-anak Perserond tampil penuh percaya diri.

Tim Sasando memaksa PSKK melakoni adu tendangan penalti. Perserond yang mendapat kesempatan pertama melakukan tendangan. Pemain Perserond, Patisari sukses mengelabui penjaga gawang PSKK, Petrus Sada. Dalam drama adu penalti ini, ke-5 eksekutor Perserond sukses menyarangkan bola ke gawang Petrus Sada. Ke-5 eksekutor Perserond yang dipilih coach Zeth Adoe, yakni Patisari, Petrus Kopong, Markus Lobo, Ucok dan Putra Hurek.

Sedangkan ke-5 eksekutor PSKK yang dipilih coach Sukron, yakni Fajrian Abubakar, Abdul Azis, Rahman Abubakar, Marsel Fanmakuni dan Herman Wadu Kaho. Semuanya sukses memperdayai penjaga gawang Perserond, Melkior Doni.

Karena kedudukan menjadi imbang 5-5, maka masing-masing tim menambah 1 eksekutor lagi. Perserond menunjuk Leonardus Lebu Raya. Sepakan kaki kanannya meluncur deras ke pojok kiri atas gawang Petrus Sada. Perserond sudah unggul 6-5.

Giliran eksekutor ke-6 PSKK. Coach Sukron menunjuk sang striker Yulens Ndun. Sebagai penendang penentu, Yulens ternyata gagal menjalankan tugasnya. Sepakan mendatarnya bisa dibaca Melkior Doni. Bola berhasil diblok. Seketika para pemain dan supporter Perserond pun bersorak dan merayakan kemenangan.

Akhirnya, mimpi PSKK menuju semifinal terkubur. Skor 6-5 menjadi tanda perpisahan PSKK dari turnamen ETMC XXXI Lembata. Kemenangan ini membuat Perserond melaju ke semifinal ETMC untuk ketiga kalinya, sekaligus menjadi modal ketika menjadi tuan rumah ETMC XXXII tahun 2023 mendatang. Kemenangan ini juga memperpanjang daftar kesuksesan Perserond menjadi batu sandungan PSKK untuk ketiga kalinya di turnamen ETMC.

Perserond rote ndao 2
Tim Perserond Rote Ndao. (Foto: Mister Deo Photo)

Di babak semifinal, Perserond bertemu tuan rumah Persebata Lembata. Keduanya sudah sekali bertemu saat babak penyisihan di Grup B. Kala itu, Persebata menang 2-1. Laga semifinal lainnya, yakni Perse Ende berhadapan dengan Persim Manggarai. Perse saat babak perempat final mengalahkan Perseftim Flores Timur dengan skor 1-0. Sedangkan Persim mengalahkan sang kuda hitam Persara Sabu Raijua 2-1. Semoga di babak semifinal ETMC XXXI masih terus memberikan kejutan. (rnc)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed