oleh

Temui Kesepakatan, Warga TTS Buka Blokade Jalan di Bendungan Temef

So’E, RNC – Akses jalan di lokasi Bendungan Temef yang diblokir oleh warga dua kecamatan (Kecamatan Polen dan Oenino) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) akhirnya dibuka, Selasa (21/05/2024).

Pantauan RakyatNTT.com, akses jalan yang sebelumnya ditutup warga akhirnya dibuka setelah adanya mediasi yang dihadiri Penjabat Bupati TTS, Edison Sipa bersama Forkopimda, Badan Pertanahan Nasional, Dinas Kehutanan, Balai Wilayah Sungai II.

Dalam proses mediasi, masyarakat meminta pemerintah segera menyelesaikan tunggakan ganti rugi lahan masyarakat, karena pekerjaan pembangunan Bendungan Temef hampir rampung. Pasalnya, hingga saat ini sebagian masyarakat pemilik lahan belum menerima uang ganti rugi.

Dalam proses negosiasi, Ketua Araksi NTT, Alfred Baun meminta pemerintah menyelesaikan hak masyarakat dalam kurun waktu dua bulan. Jika dalam kurun waktu yang ditentukan tidak ditepati, maka jalan masuk ke Bendungan Temef akan kembali diblokade masyarakat.

“Kami siap buka akses jalan masuk bendungan. Tapi kalau dua bulan tidak selesaikan hak masyarakat, maka kami akan tutup kembali sampai kapan hak masyarakat diberikan,” tegas Alfred Baun.

Mantan anggota DPRD NTT ini menambahkan sebagian lahan yang berdampak pembangunan Bendungan Temef diklaim oleh pemerintah bahwa masuk kawasan kehutanan. Namun selama ini masyarakat masih membayar pajak. Oleh karena itu, warga menuding jika benar itu adalah lahan kehutanan maka selama ini pemerintah merampok uang rakyat, karena menerima pajak atas lahan pemerintah.

Untuk itu, Araksi meminta Pemda TTS mempersiapkan blanko pembayaran pajak atas lahan yang diklaim agar segera mengembalikan uang masyarakat tersebut. “Kalau lahan yang diklaim bahwa itu lahan kehutanan, kenapa terbitkan blanko pajak selama ini untuk ambil uang masyarakat. Karena itu adalah lahan kehutanan, jadi uang pajak yang selama ini masyarakat bayar harus kembalikan,” tegas Alfred.

Baca Juga:  Pelaku UMKM Turut Ketiban Rezeki di Event Road Race Dandim 1621 dan Polres TTS Cup 2024

Penjabat Bupati TTS, Edison Sipa mengatakan pihaknya hadir untuk mendengar aspirasi hak masyarakat yang disampaikan oleh Araksi NTT. Poses mediasi berjalan dengan baik dan akhirnya ada kesepakatan.

“Kami Pemda TTS ini akan tetap berupaya bekerja maksimal dalam dua bulan ke depan untuk dapat menjawab apa yang menjadi hak bapak/ibu warga masyarakat pemilik lahan tanah di Bendungan Temef terhitung hari ini,” kata Edison.

Usai mediasi, masyarakat akhirnya membuka blockade jalan masuk ke lokasi pembangunan Bendungan Temef. Pembukaan blockade jalan disaksikan langsung Pj. Bupati dan para pejabat yang hadir. (rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *