oleh

Tentang NTT, Fransiscus Go : Ya, Tinggal Pemimpinnya

oleh : Robert Kadang

Paradigma pemilihan pemimpin (kepala daerah) di Nusa Tenggara Timur, sudah saatnya diubah. Kita harus memetakan persoalan yang dihadapi daerah ini, seperti kemiskinan, ketertinggalan di bidang pendidikan, kemandirian ekonomi yang belum tercapai, hingga kesejahteraan masyarakat yang belum terpenuhi. Di sisi yang lain, NTT memiliki kekayaan sumber daya seperti pertanian (lahan kering), peternakan, perikanan kelautan, destinasi pariwisata, hingga keanekaragaman budaya. Ibarat penyakit, kita harus menemukan “dokter spesialis” yang dapat mendiagnosa lalu menyembuhkan penyakit tersebut.

Segala potensi di atas, adalah modal bagi pembangunan (berkelanjutan), demi mensejahterakan masyarakat NTT. Ironinya, semua potensi itu belum sepenuhnya dikelola secara optimal, sehingga menempatkan Provinsi Terselatan di negeri ini, menjadi salah satu provinsi termiskin di Indonesia. (19,96 persen; data BPS 2023). Ketidak-mampuan para pemimpin mengenali lalu ‘mendiagnosa’ persoalan yang dihadapi masyarakat/daerah ini, merupakan faktor penentu membawa NTT keluar dari semua masalah tersebut.

Benar yang dikatakan Ir. Fransiscus Go, SH, tentang wacana perubahan NTT ke arah yang lebih baik. “Ya, tinggal pemimpinnya,” ujarnya singkat ketika ditanya RakyatNTT.com, Minggu (2/6/2024), terkait solusi membawa Nusa Tenggara Timur selevel dengan daerah lainnya di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, sebagai salah satu calon gubernur NTT, Fransiscus Go mengusung tagline : Rakyat Cerdas..!, ASN Berwibawa..!, NTT Sejahtera..! Fransiscus Go sepertinya paham betul dengan kondisi yang dialami masyarakat NTT. Apalagi, CEO GMT Property itu telah berkontrinbusi bagi pembangunan di NTT, sejak belasan tahun silam.

“Ini saatnya memberi porsi kepada rakyat untuk berpeluang lebih besar mendapatkan pendidikan (formal dan vokasi). Ini juga saatnya ASN diimprove kapabilitas lewat pelatihan dan pendidikan-pendidikan tepat guna untuk membawa kebijakan NTT ke arah lebih tepat sasaran. Peran ASN untuk membangun NTT lebih besar, sambil menunggu peran bantuan investasi swasta. Tapi, semua itu berpulang pada pemimpinnya. Ya, tinggal pemimpinnya,” kata pengusaha asal Timor itu, yang sukses mengembangkan bisnisnya di ibukota Jakarta. (*)

Baca Juga:  Magic Leadership Digelar Kolaborasi KBC dan KOMISI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *