oleh

Sejumlah Fakta Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Kupang, Polisi Kantongi Calon Tersangka?

KASUS pembunuhan terhadap Astri Manafe dan anaknya Lael Maccabbe menyita perhatian publik. Berikut rangkuman sejumlah fakta seputar kasus ini.

1. Jasad kedua korban ditemukan saat penggalian pipa

Iklan Dimonium Air

Korban ditemukan di lokasi penggalian pipa SPAM Kali Dendeng di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Sabtu (30/10/2021).

Jasad ibu dan anak ini pertama kali ditemukan oleh Obetnego Benu, operator alat berat yang menggali saluran untuk pipa SPAM Kali Dendeng. Setelah ditemukan, pihak keluarga mengenali jasad korban dari pakaian yang dikenakan. Pasalnya, tubuh korban tampak sudah rusak sehingga wajah sulit dikenali.

“Kami mengenali dari tangan dan kaki. Topi dan baju juga seperti yang dipakai korban saat pergi dari rumah,” ujar Jack, salah satu kerabat korban.

Sementara handphone, tas dan dompet milik korban tidak ditemukan. Diduga diambil pelaku untuk menghilangkan jejak.

2. Kedua korban hilang sejak Agustus 2021

Korban Astri Manafe dan anaknya Lael diketahui pergi dari rumah sejak 27 Agustus 2021 malam sekitar pukul 20.00 Wita. Pihak keluarga mengaku tak ada masalah.

“Selama ini adik saya ini dan anaknya tinggal dengan orang tua kami. Saya sendiri tinggal di Perumahan Matani Kabupaten Kupang namun rutin setiap sore pulang kantor saya singgah pantau orang tua dan adik saya,” ujar Jack seperti dilansir digtara.com.

Sebelum pergi dari rumah, ibu Astri masih memandikan Lael. Jack sendiri sudah pulang ke rumahnya sejak pukul 19.30 atau setengah jam sebelum Astri dan anaknya pergi dari rumah.

Jack ingat persis kalau saat itu korban mengenakan kaos putih, celana pendek dan memakai tas samping.

Sementara korban Lael mengenakan celana rajutan, topi putih kotak-kotak merah, jaket berbahan jeans dan baju biru serta rambut gondrongnya dikuncir dengan ikat rambut.

Baca Juga:  14 Tahun Hubungannya dengan Astri Berakhir Tragis, Randy Menyesal

3. Dijemput teman

Korban Astri dan Lael dijemput oleh teman dekatnya berinisial A (30). Namun ada yang berbeda. Biasanya A memarkir sepeda motor di teras rumah jika menjemput Astri. Namun malam itu A memarkir sepeda motor di jalan raya dan berjalan kaki ke rumah.

“Ibu saya sempat bertanya A datang dengan apa karena biasanya ia memarkir sepeda motor di teras rumah,” ujar Jack.

A sendiri merupakan teman karib Astri. Astri sendiri merupakan tipe orang yang jarang keluar rumah dan hanya bisa keluar rumah dengan teman dekatnya. A pun pamit ke ibu Astri dan mengaku hanya ingin jalan-jalan. A rupanya membawa Asrti dan Lael ke kos-kosan di belakang pasar Oebobo, Kelurahan Fatululi, Kota Kupang.

Mereka ke tempat kost salah satu teman berinisial By. By dan SM yang merupakan warga Kabupaten Rote Ndao datang ke Kupang menemani orang tuanya berobat ke Kota Kupang.

Saat di tempat kost By, seorang pria menelepon Astri dan hendak menjemput Astri dan Lael dengan mobil.

Jack menduga kalau adik dan ponaannya dijemput R yang juga mantan pacar Astri dan ayah biologis Lael. Sejak saat itu AESM hilang kontak.

4. Keluarga korban gencar lakukan pencarian

Hingga 28 Agustus Astri dan Lael belum juga pulang. Ayah dan ibu Astri mulai mencari Astri dan anaknya. Jack sendiri awalnya menduga kalau Astri ke rumah R di Kelurahan Naikoten I, Kota Kupang.

Ia juga tidak ingin menganggu konsentrasi Astri yang siap-siap hendak mengikuti tes CPNS Pemprov NTT. Ayah Astri sempat menelepon Astri namun tidak direspon. Ayah Astri kemudian menelepon A yang waktu itu menjemput Astri dan Lael.

A dan By sempat ke rumah Astri bertemu orang tua Astri dan menceritakan kalau Astri dijemput seseorang yang tidak mereka kenal.

Baca Juga:  Rekonstruksi Berlanjut ke Kawasan Hollywood, Warga Diminta Bergeser

Karena belum juga pulang, keluarga terus mencari Astri namun hasilnya nihil. Telepon, WA, SMS serta massenger sama sekali tidak direspon oleh Astri. “Kami putus komunikasi dengan Astri sejak akhir Agustus sampai ada berita penemuan jenazah ibu dan anak akhir Oktober lalu,” kata Jack.

5. Dimakamkan setelah hasil tes DNA keluar

Hasil DNA diperoleh pihak keluarga pada Rabu (24/11/2021) lalu. “Puji Tuhan, semua doa kita terkabul. hasil DNA sudah ada dan positif Astri dan Lael. Saat ini sampai besok, keluarga persiapan ambil jenazah dan penguburan,” ujar Jack Manafe yang juga kakak sulung Astri Manafe, Rabu (24/11/2021) malam.

Jack dan keluarga pun langsung menggelar doa dan ibadah penghiburan pada Rabu malam di rumah duka. Jack mengaku kalau Kapolsek Alak, Kompol Tatang Panjaitan sudah menyerahkan berita acara kepada pihak keluarga.

“Kapolsek Alak sudah membuatkan berita acara penyerahan jenazah kepada kami selaku pihak keluarga. Jadi dua jenazah itu adalah Astri dan Lael anaknya,” tandas Jack.

Pihak keluarga lalu mengambil jenazah kedua korban di RS Bhayangkara Titus Uly pada Kamis (25/11/2021). Kemudian dilaksanakan ibadah pemakaman pada pukul 15.00 dan selanjutnya dimakamkan di jalur 40, Kelurahan Sikumana. Kedua korban ibu-anak ini dimakamkan dalam satu liang lahat.

6. Polisi identifikasi barang-barang korban

Namun Jack mengaku kalau polisi sudah mengidentifikasi barang-barang dalam kamar korban seperti sisa lipstik dan pakaian korban.

Karena merasa yakin kalau jenazah tersebut adalah Astri dan Lael, aparat dari Polsek Alak pun menyelidiki lebih lanjut dan ingin membuktikan kebenarannya. Jack mengaku curiga kalau korban dibunuh orang dekatnya. “Periksa A dan By selaku rekan korban karena A yang menjemput korban dan membawa ke tempat kost By,” ujar Jack.

Baca Juga:  Berkas Dikembalikan ke Polda, Kejati NTT Tak Tolerir Kasus Penkase

Jack curiga kalau pelaku adalah orang-orang dekat korban. Ia juga meminta agar pelaku sebaiknya menyerahkan diri secara baik-baik dan mengakui perbuatannya.

Jack dan keluarga juga yakin kalau pembunuhan terhadap Astri dan Lael berencana. Ia juga berharap keterangan saksi By dan SM di Rote Ndao bisa menjadikan kasus ini terang benderang.

7. Polisi sudah periksa 24 saksi

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto usai prosesi penyerahan jenazah korban kepada keluarga, Kamis (25/11/2021) lalu mengatakan saat ini sudah sebanyak 24 saksi diperiksa oleh penyidik.

Polda NTT, Polres Kupang Kota dan Polsek Alak akan bersinergi untuk mengungkap motif dan pelaku kasus ini.

Ia mebyebutkan sudah ada 24 saksi dari berbagai pihak telah dimintai keterangan. Semuanya mengarah pada upaya pengungkapan kasus.

“Saksi yang kita periksa adalah mereka yang bisa memberikan keterangan untuk pengungkapan kasus,” tambahnya.

Soal pihak yang diduga terlibat, ia memastikan masih mendalami dulu. “Perlu pemeriksaan intensif. Kita tidak bisa melakukan langkah gegabah. Perlu proses yang cermat,” tambahnya.

8. Sudah ada calon tersangka

Kombes Pol Rishian mengakui ada pihak yang diduga sebagai tersangka. Namun penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan.

“Kita tangani dan lakukan secara hati-hati. Apalagi mayat yang ditemukan cukup lama,” ujarnya.

(*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed