Mbay, RNC - Setelah sepakat dengan warga Kampung Kawa, pengerjaan Waduk Mbay/Lambo dimulai dari “titik nol”. Tidak tanggung - tanggung, di bawah pengawalan Kapolres Nagekeo, AKBP Yudha Pranata beserta jajarannya, empat alat berat diterjunkan, Kamis (24/3/2026). Proyek Strategis Nasional (PSN) ini sangat diharapkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan di wilayah Nagekeo.
Selaku Kapolres, Yudha Pranata berharap masyarakat dapat mendukung proses pembangunan waduk tersebut. “Jika masih ada yang menolak, kami dari Polres siap memfasilitasi untuk duduk bersama, dan melihat jalur yang benar. Jika penolakan tanpa dasar, itu namanya melawan pejabat negara,” kata Kapolres Yudha saat ditemui RakyatNTT.com di lokasi “Titik Nol”.
Dikatakannya, Waduk Mbay/Lambo dibangun untuk kemakmuran bersama. “Kami akan memberikan edukasi, memberikan informasi termasuk mekanisme, jika terjadi penolakan. Petugas di lapangan bukan melakukan penghadangan, tetapi menjalankan tugas sebagai Kamtibmas. Sekali lagi, petugas hanya mengamankan,” tandas Kapolres Yudha Pranata.
Dia menjelaskan, kegiatan yang dilakukan yakni pengecekan lokasi dan pengamanan alat berat. “Kami membantu BPN untuk pengecekan lokasi dan verifikasi data, di mana ini sebagai titik akhir dari pekerjaan Pelok 1 (satu), supaya proses pembangunan waduk mulai dikerjakan,” tambah Kapolres Yudha Pranata.
Terkait alat yang diterjunkan di lokasi, Kapolres Yudha menegaskan, keberadaan alat tersebut merupakan milik negara. “Kami berkewajiban mengamankan dan menjaga kondisi yang sudah ada. Jadi negara yang mengatur warga, bukan warga yang ngatur negara. Jadi kita harus dukung pelaksanaan pembangunan Waduk Mbay/Lambo. Alat milik negara atau pemerintah, wajib hukumnya untuk dijaga. Boleh tidak dijaga, tetapi jangan dirusak. Pengamanan alat akan dilakukan ekstra dari Polres,” ungkapnya.
Seperti disaksikan media ini, empat unit alat berat seperti mesin pengebor dan eksavator mulai dikerahkan menuju “Titik Nol”. Alat berat itu milik PT. Brantas Abipraya yang dikerahkan dari Desa Labolewa, Kecamatan Aesesa, dengan rute melewati Desa Rendu Butowe, Kecamatan Aesesa Selatan.
Ketua DPRD Nagekeo, Marselinus Ajo Bupu, menjelaskan, sebagai wakil rakyat, pihaknya akan mendukung sepenuhnya. “Program ini akan membawa dampak positif untuk masyarakat banyak,” sebut Marselinus. Sedangkan Kepala Kantor (Kakan) Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nagekeo, Dominikus Insantuan menyatakan, kegiatan yang dilakukan bukan pengukuran ulang, melainkan pengecekan titik lokasi.
“Ini bukan pengukuran ulang, tapi penunjukkan titik yang kemarin sudah diukur, kepada saudara - saudara kita dari Kawa. Kita menunjukkan titik - titik yang pas kami ambil, mereka tidak ikut serta menyaksikan. Sehingga hari ini kami menunjukkan kembali kepada mereka,” ungkap Dominikus. (rnc15)











